Tiket Online Sepi Peminat, ASDP Cabang Bakauheni Lakukan Perbaikan Sistem

LAMPUNG – Arus mudik dan balik lebaran menggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) di Lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni berangsur mulai menunjukkan penurunan setelah sebelumnya pada arus balik lebaran 2017 (1437 Hijriyah) sempat mengalami lonjakan penumpang, baik pejalan kaki maupun kendaraan, yaitu kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Sampai H+7 (berdasarkan perhitungan PT ASDP) hingga pukul 09.00 WIB pada Senin (3/7) sesuai perhitungan selama dua belas jam PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni telah menyeberangkan sebanyak 689.642 penumpang, 68.131 unit kendaraan roda dua dan sebanyak 79.518 kendaraan roda empat.

Salah satu sistem pembelian tiket yang menjadi terobosan baru oleh PT ASDP Indonesia Ferry di antaranya dengan sistem pembelian tiket penyeberangan yang bisa dibeli secara online dan berjadwal di http://tiket.indonesiaferry.co.id dengan tujuan memudahkan penumpang memprediksi waktu tunggu dan keberangkatan. Meski demikian, minat masyarakat pengguna jasa penyeberangan Bakauheni membeli tiket online masih cukup rendah sekitar 5 persen sementara di Pelabuhan Merak mencapai 24 persen.

“Sistem penjualan tiket secara online untuk jasa penyeberangan memang masih terbilang baru sehingga masih banyak masyarakat kurang mengetahui dan bisa karena sosialisasi dari pihak ASDP perlu digencarkan lagi bahkan melalui Pelabuhan Bakauheni masih minim,” terang General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Edi Hermawan, saat dikonfirmasi di kantor ASDP Bakauheni, Senin (3/7/2017)

Penjualan tiket secara online yang sudah dilakukan sejak bulan Juni selama arus mudik dan arus balik tersebut bahkan diakui Edi Hermawan masih kurang diminati oleh masyarakat yang hendak berlebaran khususnya dari wilayah Pulau Sumatera dengan berbagai faktor. Berdasarkan evaluasi selain sistem penjualan tiket secara online berbasis internet masih kurang diminati masyarakat karena ribet, tidak ingin repot, sebagian calon penumpang masih menyukai membeli tiket secara manual dengan cara mengantri di loket pembelian tiket.

Pembelian tiket secara manual tersebut juga berdasarkan kondisi angkutan arus balik yang cukup lancar dengan manajemen rekayasa lalu lintas oleh kepolisian, infrastruktur jalan yang baik sehingga tidak terjadi antrian yang menghambat arus balik lebaran tahun 2017. Khusus untuk sistem penjualan tiket online pembenahan aplikasi akan dibenahi berkoordinasi dengan pusat agar ke depan sistem pembelian online tersebut mudah diakses oleh masyarakat.

“Sistem pembelian online oleh pusat memang masih terus diperbaiki termasuk kemungkinan akan dibuat aplikasi khusus menggunakan android sehingga pada tahun depan lebih banyak masyarakat membeli tiket secara online,” tegas Edi Hermawan.

Untungnya melalui buffer zone menurut Edi Hermawan cukup efektif mengurai kemacetan di toll gate pembelian tiket kendaraan atau lobi tiket. Berdasarkan evaluasi bekerjasama dengan PT Mata Pencil Globalindo sebagai pihak ketiga pengoperasian tiket elektronik penumpang pejalan kaki dan kendaraan tak perlu mengantri membeli tiket.

Jalur khusus penumpang pembeli tiket di buffer zone bahkan membantu mempersingkat waktu pelayanan dengan pengguna jasa cukup memberikan struk pembelian berikut barcode yang dipindai mesin pemindai sehingga kendaraan langsung bisa menuju ke kapal demikian juga penumpang pejalan kaki.

Secara umum, meski belum cukup sempurna layanan arus mudik dan arus balik melalui Pelabuhan Bakauheni, diakui Edi Hermawan, terus akan diperbaiki pada arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Keberadaan dermaga VII Bakauheni yang bisa dioperasikan mengangkut kendaraan roda dua dan roda empat meski belum dilengkapi fasilitas penunjang lain ikut membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.

“Sambil terus dilakukan perbaikan, Dermaga VII akan terus disempurnakan untuk rencana menjadi dermaga premium dan bersamaan dengan penyelesaian jalan tol Sumatera,” terang Edi Hermawan.

Hingga H+7 lebaran, arus balik yang semula didominasi kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua berangsur lengang. Sepanjang jalan lintas Sumatera yang semula dipadati oleh kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi mulai dipadati kendaraan truk ekspedisi non sembako yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...