Timor dalam Nagarakretagama

Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 24/4/2026

 

 

Membaca sejarah politik Nusantara abad ke-14, Nagarakretagama kerap dijadikan rujukan utama memahami cakupan pengaruh Majapahit. Di dalamnya, wilayah “Timor” disebut sebagai bagian dari lingkup kekuasaan atau pengaruh Majapahit.

Dalam pembacaan modern, ini dikaitkan dengan Pulau Timor. Kini terbagi menjadi wilayah Indonesia dan Timor-Leste.

Penyebutan Timor tidak berdiri sendiri. Catatan Dinasti Ming dari Tiongkok menggambarkan Jawa sebagai pusat penting dalam jaringan politik dan perdagangan di Asia Tenggara. Menghubungkan berbagai pulau melalui diplomasi dan perdagangan.

Sementara itu, catatan Tomé Pires dalam Suma Oriental juga menunjukkan pada awal abad ke-16, wilayah Nusantara telah lama terhubung melalui jaringan maritim yang kompleks. Termasuk aliran komoditas seperti rempah dari Maluku dan kayu cendana dari Timor.

Dari berbagai sumber ini, muncul gambaran Nusantara pada masa pra-kolonial bukan ruang terpisah-pisah. Melainkan satu sistem keterhubungan politik dan ekonomi berbasis laut.

Dalam kerangka historiografi, sistem ini sering dijelaskan sebagai model “mandala”. Pusat kekuasaan kuat di Jawa dengan lingkar pengaruh yang semakin longgar ke wilayah luar.

Timor dalam konteks ini dapat dipahami sebagai bagian dari jaringan tersebut. Bukan wilayah administratif tunggal seperti negara modern.

Namun, keterhubungan maritim ini mengalami perubahan besar sejak kedatangan kekuatan kolonial Eropa. Struktur jaringan yang bersifat cair dan berbasis hubungan antarpusat perdagangan kemudian dipetakan ulang menjadi batas-batas administratif yang kaku oleh kekuasaan kolonial.

Proses ini, terutama di bawah administrasi Belanda dan Portugis. Secara bertahap membelah ruang Nusantara menjadi wilayah-wilayah kolonial terpisah.

Dampaknya berlanjut hingga era modern. Negara-negara di kawasan ini, termasuk Indonesia dan Timor-Leste, mewarisi batas-batas politik yang sebagian besar ditentukan oleh struktur kolonial. Bukan oleh jaringan keterhubungan pra-kolonial.

Akibatnya, kesadaran historis tentang keterhubungan lama Nusantara sering terfragmentasi oleh batas negara modern.

Dengan demikian, penyebutan Timor dalam Nagarakretagama dapat dibaca bukan hanya sebagai catatan kekuasaan Majapahit. Tetapi juga sebagai jejak dari sebuah dunia maritim yang pernah terhubung.

Dunia tersebut kemudian mengalami disintegrasi oleh kolonialisme. Dampaknya masih membentuk peta politik Asia Tenggara hingga hari ini.

 

 

Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com). Eskponen aktivis 98. Esais & Penulis Independen. Menulis tema/isu Sosial Politik, Hukum, Kebijakan Publik dan Peradaban.

Lihat juga...