Pungli Quota LPG di Kaltim, Tiga Oknum Pertamina MOR VI Jadi Tersangka

SENIN, 13 MARET 2017

BALIKPAPAN — Tiga oknum Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VI di Balikpapan, diamankan Polda Kaltim dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan pungutan liar dalam pengurusan kuota untuk agen LPG di Provinsi Kaltim dan Kaltara. Tiga oknum itu diamankan oleh tim saber pungli pada jumat (10/3) kemarin itu, dengan inisial MI (30), NM (44) dan HT (43). 

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan, kronologis operasi tangkap tangan ini berawal dari anggota Subdit 3 Tipikor Polda Kaltim yang melakukan penyelidikan setelah adanya informasi pungli dalam pengurusan kuota LPG.

Selanjutnya tim Saber Pungli langsung ke gedung Pertamina unit VI dan mendapati para agen distributor Kaltim dan Kaltara mengantri untuk mendapatkan tanda tangan kontrak kuota dengan jangka waktu tiga bulan sekali.

“Penyelidikan terus dilakukan terkait informasi pungli itu, dan langsung ke kantor yang bersangkutan. Saat OTT dan penggeledahan berjalan didapati sejumlah amplop yang berisikan uang yang tidak dapat dijelaskan yang bersangkutan,” jelasnya saat dihubungi, Senin (13/3/2017).

Adapun barang bukti yang diamankan dalam operasi tangkap tangan Saber Pungli Ditkrimsus Polda Kaltim itu yakni Rp100.400.000, tas hitam kulit yang berisikan laptop, mouse warna hijau, enam buah HP.

Adey menyebutkan, selanjutnya dari hasil penggeledahan dan penyelidikan, tiga pegawai yang diamankan ditetapkan menjadi tersangka.

“Tiga tersangka ini dijerat sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana,” tandasnya.

Adey menambahkan, kasus ini akan terus diselidiki dan saksi-saksi juga dilakukan pemeriksaan.

Terpisah, Area Manager Communication and Relations Kalimantan, Alicia Er mengatakan, Pertamina menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap kooperatif.

Ditegaskannya, meski proses hukum berjalan kegiatan operasional Pertamina khususnya di Kalimantan Timur dan Utara berjalan normal.

“Pertamina tetap menyalurkan pasokan LPG sebesar 300 metrik ton/hari untuk Kaltim, tidak ada menganggu operasional dan tetap berjalan normal,” tutupnya.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Lihat juga...