YOGYAKARTA — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, mengaku akan terus berupaya membenahi kualitas Perguruan Tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan upaya-upaya pembinaan, khususnya bagi Perguruan Tinggi yang dinilai tidak sesuai atau melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. Dia juga mengaku tak segan-segan bertindak tegas, bila terdapat perguruan tinggi yang tidak mau mematuhi ketentuan yang sudah ada.
![]() |
| Menristekdikti Muhammad Nasir, dalam acara launching Universitas NU. |
“Sepanjang 2016, kita sudah melakukan evaluasi kepada 243 Perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 140 perguruan tinggi bahkan sudah kita tutup. Sementara 103 perguruan tinggi kita lakukan pembinaan, karena pelanggarannya tidak terkait dua hal itu. Dan, saat ini sudah ada perbaikan,” katanya, saat menghadiri launching Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (10/3/2017).
Menristekdikti menyebutkan untuk 2017 ini, pihaknya masih belum memiliki data jumlah Perguruan Tinggi yang akan dievaluasi atau bahkan ditutup. Namun, ia menyebutkan masih ada sekitar 30 Perguruan tinggi yang dalam pengawasan dan pembinaan kementrian ristekdikti. “Untuk wilayah DIY tidak ada (Perguruan tinggi yang dibina). Kita harapkan semua perguruan tinggi di Indonesia patuh pada aturan yang ditetapkan kementerian. Karena ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya perguruan tinggi kita,” katanya.
Sebelum menyerahkan surat izin pendirian Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Menristek Dikti menyampaikan agar UNU Yogyakarta dapat istikomah serta mengikuti ketentuan yang ada. Ia juga berpesan agar semua civitas UNU Yogyakarta tidak minder meskipun merupakan universitas yang baru. Terlebih UNU Yogyakarta memiliki potensi untuk bisa menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bahkan dunia.
“Semua itu harus melalui proses. Begitu juga UNU harus melalui proses untuk bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas. Karena itu semua pihak harus bekerja dengan istiqomah, jangan melanggar ketentuan. Kita harapkan UNU Yogyakarta sebagai perguruan tinggi ke-106 di DIY dan 4520 di Indonesia bisa mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU), Said Aqil Siradj mengucapkan selamat atas berdirinya UNU Yogyakarta. Ia mengatakan, lahirnya UNU Yogyakarta ini melengkapi pendirian Universitas Nahdatul Ulama di sejumlah wilayah lainnya. “Keberadaan UNU Yogyakarta ini istimewa karena berada di kota ilmu dan kota peradaban budaya. Semoga UNU Yogyakarta bisa mencetak generasi berakhlak, taat beribadah, moderat dan menjauhi radikal ekstrim apalagi terorisme,” pungkasnya.