JUMAT, 24 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Ratusan warga terdampak banjir di Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, terpaksa mendirikan sendiri tenda-tenda darkly darurat, lantaran tenda yang didirikan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, terlalu jauh dari lokasi warga terdampak banjir.
![]() |
| Aminah, warga terdampak banjir memasak di tenda |
Selain itu, belum adanya dapur umum yang bisa dimanfaatkan oleh warga terdampak, juga membuat warga terpaksa memasak di dalam tenda darurat. Sebagian warga, bahkan mengaku belum mendapatkan bantuan makanan berupa mie instan atau sejenisnya, meski sehari sebelumnya, pada Kamis (23/2/2017), BPBD setempat telah menyalurkan sejumlah bantuan. (Baca: Banjir di Lampung Selatan, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan)
Warga Dusun Umbur Besar, Aminah (39) dan suaminya, Iman (40), saat ditemui Jumat (24/2/2017), mengaku terpaksa memasak mie rebus dan ubi jalar untuk sarapan dan makan siang, karena ia belum mendapatkan bantuan beras. “Kami sudah mengungsi mendirikan tenda sejak kemarin sore, sementara sebagian warga baru mendirikan tenda sejak pagi tadi, karena air terus meninggi. Di rumah yang saya tempati, air sudah setinggi dua meter di bagian belakang, sedangkan di bagian halaman mencapai satu meter,” terang Aminah.
Menurut Iman, tenda darurat yang didirikan oleh Amin serta warga lain di sepanjang tanggul, dibuat dengan menggunakan bambu seadanya dan terpal. Sementara warga yang sebagian besar tidak memiliki terpal untuk membuat tenda darurat, terpaksa bertahan di rumah dan mengungsikan sebagian anak-anaknya di rumah tetangga, di antaranya di RT 01 dan RT 5, karena di RT 03 dan RT 04 banjir belum surut.
Jelang siang ini, kata Iman, air yang merendam ratusan rumah warga sejak dua hari hari lalu justru semakin berpotensi meningkat, akibat air pasang laut yang naik ke arah sungai. Pasang air laut yang mengalir melalui muara Sungai Way Sekampung kian bertambah akibat curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah tersebut.
![]() |
| Sejumlah warga terus mengungsi |
Peristiwa banjir di wilayah Desa Bandar Agung yang masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan surut, oleh sebagian warga diakui merupakan peristiwa tahunan yang kerap melanda sebagian besar wilayah tersebut. Menurut salah-satu tokoh masyarakat Dusun Umbul Besar, Ahmad (75), banjir yang hingga kini belum surut itu salah-satunya disebabakan oleh curah hujan tinggi dan sebagian diakibatkan kondisi pasang surut air laut. Lokasi yang berada 3 kilometer dari kuala atau muara Sungai Way Sekampung, terimbas air dari laut yang naik ke daratan. “Dorongan air laut pasang tidak mampu mengalirkan air dari Sungai Way Sekampung, sehingga berimbas pada meluapnya air sungai kembali ke daratan, bahkan kondisi pasang terus terjadi saat pasang siang dan pasang malam,” ungkap Ahmad.
Ahmad bahkan mengungkapkan, berdasarkan kondisi aliran sungai yang semula kerap dilalui oleh kapal tongkang pengangkut pasir tersebut, kini terus mengalami pendangkalan akibat aktivitas penyedotan pasir yang sudah dilarang. Meski sempat dihentikan, namun aktivitas penyedotan pasir sungai tersebut telah memperdalam muara sungai, dan memperlancar aliran air sungai, dan ketika pasang air laut terjadi, tidak menyebabkan perumahan warga terendam air.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
