Hingga Januari 2017, 72 Kasus DBD Terjadi di Sawahlunto, Sumatera Barat

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

PADANG — Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di 2016 mengalami penurunan cukup signifikan, jika dibandingkan 2017 ini. Di 2016, terdapat dua daerah yang mencapai 100 kasus, yaitu di Padang dan Dharmasraya, sedangkan di Januari 2017 tidak ada daerah yang mencapai 100 kasus. Ada pun angka tertinggi kasus DBD tahun ini berada di Sawahlunto, dengan 72 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday

Menurutnya, tahun lalu di bulan Januari, kasus DBD di Sumatera Barat tercatat 836 kasus, dan 7 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di tahun ini, hingga Januari, baru tercatat 310 kasus. Ia merinci, pada Januari 2017, di Kota Padang terdapat 48 kasus, Pariaman 3 kasus, Bukittinggi 3 kasus, Padang Panjang 6 kasus, Kota Solok tidak ada kasus, Sawahlunto 72 kasus, Payakumbuh 7 kasus, Pesisir Selatan 12 kasus, Padang Pariaman 4 kasus, Limapuluh Kota 22 kasus, Agam 10 kasus, Sijunjung 41 kasus, Kabupaten Solok 9 kasus, Tanah Datar 42 kasus, Pasaman 11 kasus, Pasaman Barat 6 kasus, Solok Selatan 13 kasus, Dharmasraya 1 kasus dan Mentawai tidak ditemukan kasus DBD.

Secara total ada 3.982 kasus yang ada di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kendati di tahun lalu, angka DBD meningkat, namun di awal tahun ini terjadi penurunan kasus. “Saya mengimbau kepada masyarakat, agar jangan menganggap enteng soal DBD ini, karena bisa merenggut nyawa. Apalagi, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nyamuk berkembang biak,” jelasnya, Jumat (24/2/2017).

Merry mengatakan, agar terhindar dari penyakit DBD tersebut, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, supaya nyamuk tidak berkeliaran di rumah.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...