Banjir di Lampung Selatan Belum Surut, Warga Bertahan Mulai Mengungsi

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Banjir yang melanda wilayah Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, hingga Jumat (24/2/2017) ini belum surut. Sebaliknya, air terus meninggi dan memaksa warga terdampak yang semula bertahan di rumah masing-masing, mengungsi dan mendirikan tenda dan dapur darurat. Sejak subuh tadi, ketinggian air mencapai 150 centi meter. Akibat banjir itu, anak-anak sekolah pun diliburkan, dan sibuk membantu orangtua mengamankan barang-barang  berharga.

Banjir terus meninggi, warga mandi dan mencuci di depan rumah.

Salah-satu warga yang juga Ketua RT 03 Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, Suminto (40), mengaku sejak pagi mulai membangun tenda darurat dari terpal bersama puluhan warga lain, karena air semakin meninggi. Tenda-tenda darurat yang didirikan oleh warga digunakan untuk mengamankan barang-barang berharga, seperti alat-alat elektronik dan alat memasak, serta peralatan sekolah milik anak-anak.

Suminto juga mengaku, pada awalnya tidak berniat mengungsi dan mendirikan tenda. Namun, karena khawatir ketinggian air semakin membahayakan, ia pun mulai mendirikan tenda dibantu warga lain dan menunggu air surut. Suminto yang dibantu istrinya, Sapriah (39), dan dua anaknya, membawa barang-barang serta mendirikan dapur untuk memasak, karena dapur rumahnya telah tergenang air setinggi 150 centi meter. “Anak-anak terpaksa ikut mengangkut barang-barang, karena sebagian warga juga sibuk mengungsi dan air semakin meninggi. Kalau tidak segera diungsikan, barang-barang bisa hanyut,” ungkap Suminto, saat ditemui Cendana News di tanggul tempat mengungsi, Jumat (24/2/2017).

Suminto bersama keluarga, terpaksa mengungsi di tenda darurat. 

Suminto mengatakan lagi, anak-anaknya terpaksa tidak berangkat sekolah, karena banjir masih merendam sebagian besar rumah warga di Dusun Umbul Besar. Selain Siti Suriani (6) anak Suminto yang duduk di bangku kelas I, ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gupi V Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, bahkan dipastikan tidak berangkat sekolah sejak 2 hari terakhir.

Salah-satu siswa SD MI Gupi V, Dani (12), mengaku sejak dua hari ini pihak sekolah meliburkan aktivitas siswa untuk bersekolah, karena sebagian siswa merupakan warga yang rumahnya terendam banjir. Menurutnya, guru-guru di sekolah sudah mengumumkan aktivitas belajar sementara dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Kami diliburkan sejak kemarin dan hingga hari ini belum ada pengumuman lanjutan kapan akan masuk lagi, karena infonya sampai banjir surut baru aktivitas sekolah berjalan normal kembali,” ungkapnya.

Meski sebagian warga sudah disediakan tenda oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun sebagian warga enggan menempati tenda tersebut dan memilih menempati tenda darurat yang mereka dirikan sendiri di atas tanggul. Sebagian warga yang rumahnya terendam bahkan masih nekat bertahan di dalam rumah, sembari menjaga barang-barang yang ada di dalam rumah, agar tidak hanyut terbawa arus.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa warga masih mendirikan tenda-tenda darurat di tanggul dibantu oleh anak-anak mereka. Sementara, beberapa anak-anak usia sekolah sebagian membantu mencuci dan bermain di dekat rumah yang sudah terendam banjir.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...