BALIKPAPAN—Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Balikpapan, Dinas Tenaga Kerja menganggarkan pelatihan kerja untuk umum sebesar Rp700 juta, dengan 7 paket pelatihan kerja. Anggaran tersebut turun, apabila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang mencapai Rp1 miliar dengan 10 paket pelatihan kerja.
![]() |
| Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan Tirta Dewi. |
“Pelatihan kerja disesuaikan dengan pasar kerja yang dibutuhkan. Anggaran untuk pelatihan itu mudah-mudahan tidak kena efisien. Dan naker tahun ini diberikan anggaran 2,8 miliar rupiah untuk seluruh program,” ungkapnya, Rabu (22/2/2017).
Adapun bidang paket pelatihan kerja itu diantaranya mengemudi, pendingin, uji tak rusak, kerangka bangunan dan lainnya. Pendaftaran pelatihan kerja ini sudah dibuka oleh Disnaker dan pelatihan tidak dikenakan biaya atau gratis.
Lanjut Tirta, penyerapan SDM pasca pelatihan kerja sekitar 25% langsung terserap ke perusahaan. Sedangkan 75% lainnya sebagian ada ikut pemagangan dan secara mandiri berwirausaha.
“Nanti pola penyerapan tenaga kerja yang sudah ikut pelatihan kerja akan terus dipantau. Pantaunya kita kerjasama dengan forum jejaring pemagangan agar mereka langsung terserap ke dunia kerja. Yang 75% bukan belum terserap, tapi ada yang proses pemagangan, ada yang mandiri berwirausaha dan lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Balikpapan, Suhartono mengaku SDM yang sudah dilatih 100% langsung terserap ke perusahaan atau dunia kerja.
“Setiap pelatihan kerja dilaksanakan selalu ada yang menanyakan dari perusahaan, SDM yang siap. Dan luar biasa respon perusahaan dapat menerima SDM setelah dilatih,” tambahnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti