RABU, 22 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupatan Lampung Selatan, merusak lahan pertanian padi di kabupaten paling ujung Pulau Sumatera tersebut. Hujan yang mengguyur sejak Senin (20/2/2017) hingga Rabu (22/2/2017), belum surut dan hingga kini di beberapa wilayah masih tergenang air, di antaranya di areal persawahan Desa Way Sidomukti, Dusun Purwosari, Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang serta beberapa kecamatan lain di Lampung Selatan, seperti Kecamatan Sidmulyo, dan Way Panji.
![]() |
| Hektaran lahan padi di Lampung Selatan porak-poranda dihantam banjir. |
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, merilis data dampak akibat banjir di seluruh Kabupaten Lampung Selatan mencapai 2.293 hektare, dan sebagian masih tergenang air akibat limpasan air dari beberapa sungai di Lampung Selatan, seperti Sungai Way Pisang, Way Ketibung, Kali Asin serta beberapa sungai lain.
Menurut Rini, ribuan hektar sawah yang terendam banjir yang terparah terjadi di wilayah Kecamatan Candipuro, karena terdampak juga oleh jebolnya tanggul Sungai Way Katibung. Ada pun luasan lahan yang terimbas banjir, di antaranya Kecamatan Candipuro seluas 1.156 hektar, Kecamatan Sragi seluas 175 hektar, Kecamatan Ketapang Palas seluas 875 hektar, Kecamatan Ketapang seluas 84 hektar dan Kecamatan Jati Agung seluas 3 hektar. “Kerusakan di beberapa kecamatan tersebut tersebar di beberapa desa yang didata oleh setiap petugas penyuluh pertanian, sekaligus mendata pemilik lahan pertanian sawah yang terimbas banjir,” ungkap Rini, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (22/2/2017).
![]() |
| Sebagian besar sawah di Ketapang masih terendam banjir. |
Data masing-masing kecamatan di antaranya di Kecamatan Ketapang yang lahan pertaniannya mengalami banjir, meliputi Desa Taman Sari seluas 30 hektar, Desa Sumber Nadi seluas 8 hektar, Desa Legundi seluas 19 hektar, Desa Pematang Pasir seluas 13 Hektar, Desa Sidomukti seluas 14 hektar.
Kecamatan Palas, antara lain Desa Suka Mulya seluas 155 hektar, Desa Pematang Baru seluas 195 hektar, Desa Sukaraja seluas 75 hektar, Desa Suka Bakti seluas 100 hektar, Desa Kali Rejo seluas 15 hektar, Desa Rejo Mulyo seluas 10 hektar, Desa Palas Aji seluas 200 hektar dan Desa Palas Pasemah seluas 125 hektar lahan sawah.
![]() |
| Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih |
Di Kecamatan Sragi, lahan pertanian yang dilanda banjir di antaranya Desa Sukapura seluas 70 hektar, Desa Mandalasari seluas 75 hektar, Desa Bakti Rasa seluas 30 hektar. Sementara itu, di Kecamatan Candipuro, di antaranya di Desa Sinar Pasemah seluas 200 hektar, Desa Beringin Kencana seluas 100 hektar, Desa Cinta Mulya seluas 66 hektar, Desa Sidoasri seluas 30 hektar, Desa Way Gelam seluas 20 hektar, Desa Karya Mulya Lestari seluas 25 hektar, Desa Rantau Minyak seluas 50 hektar, Desa Bumi Jaya seluas 100 hektar, Desa Trimo Mukti seluas 415 hektar dan Desa Rawa Selapan seluas 50 hektar.
Sedangkan kecamatan yang mengalami dampak terkecil akibat banjir, antara lain Kecamatan Jati Agung, yang hanya mencapai 3 hektar lahan pertanian sawah. Proses selanjutnya bagi petani yang memgalami kerusakan padi, pihak DTPHP akan memberikan bantuan bersumber dari Cadangan Benih Daerah (CBD), berdasarkan data yang telah dihimpun petugas.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

