Semalam, Banjir Mengepung Ponorogo

RABU, 22 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Hujan dengan intesitas tinggi selama 3 jam yang mengguyur Kota Ponorogo, pada Selasa (21/2/2017), sekitar pukul 17.30 WIB, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan di Bumi Reog. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, menyebut, terdapat 5 desa terendam banjir.

Salah-satu petugas saat meninjau banjir di Ponorogo.

Kepal Bidang bid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, saat ditemui menjelaskan beberapa desa yang terendam banjir tersebut, terjadi karena luapan air sungai. “Saat ini, kami memantau banjir di Jalan Ahmad Yani, Desa Surodikraman, Desa Kepatihan, Desa Purbosuman, Desa Sawuh dan Desa Tranjang,” jelasnya, kepada Cendana News, Rabu (22/2/2017), pagi.

Menurutnya, ketinggian air mencapai 2-3 centi meter dan tidak masuk ke pemukiman warga. Beberapa anggota Satgas BPBD Ponorogo, terlihat mengatur lalu-lintas serta mengawasi keadaan sekitar, guna mengantisipasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan. “Sementara belum ada laporan yang masuk terkait korban jiwa atau kerugian materiil,” ujarnya.

Budi menambahkan, akibat bencana banjir ini Jembatan Jongglang mengalami kerusakan dan hampir putus. Jembatan yang berada di Desa Tranjang, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo itu merupakan satu-satunya akses pengghubung antar dua desa, yakni Desa Tranjang dan Pijeran. “Banjir di kawasan Desa Tranjang menyebabkan salah-satu sisi jembatan tergerus air dan terdapat satu rumpun bambu yang menimpa tiang penyangga, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu banjir bisa menyeret jembatan,” jelasnya.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Tranjang dan Pijeran diharapkan mencari jalan alternatif lain demi keselamatan. “Kami juga menyiapkan akomodasi yang diperlukan di lapangan, dan sejauh ini belum ada laporan kerusakan rumah warga atau korban jiwa,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Lihat juga...