Banjir di Lampung Selatan, Siang Ini Merendam 129 Rumah Warga

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Banjir kembali melanda sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan, akibat hujan tinggi yang terus terjadi di sebagian besar wilayah tersebut, dan meluapkan Sungai Way Sekampung yang melintasi wilayah Lampung Selatan, khususnya wilayah Kecamatan Sragi. Sebanyak 129 rumah di desa tersebut hingga siang dini dilapokran trendam banjir setinggi 1 meter.

Petugas BPBD Lampung bersama warga mengevakuasi barang-barang berharga.

Menurut Camat Kecamatan Sragi, Suwardi, peristiwa banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung terjadi selama beberapa kali dan merupakan banjir rutin tahunan, meski dengan intensitas dan tingakt ketinggian air cukup tinggi mencapai 1 meter yang merupakan siklus 5 tahunan. Suwardi mengaku, dengan adanya siklus 5 tahunan tersebut, aparat desa hingga kecamatan sudah melakukan proses pendataan warga yang terimbas banjir limpasan Sungai Way Sekampung tersebut. Suwardi juga mengaku telah memantau perkembangan ketinggian air, yang semula hanya 50 centi meter, kini sudah meninggi menjadi 100 centi meter. Dari semula yang hanya merendam 84 rumah, kini telah merendam 129 rumah.

“Kita langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu warga yang terkena bencana banjir, dan berbagai bantuan tenaga telah dikerahkan, antara lain dari Koramil, Polsek dan BPBD Lampung Selatan serta dari instansi lain,” ungkap Suwardi, di sela aktivitasnya mendata warga terdampak di Desa Bandaragung, Kamis (23/2/2017).

Aparat desa juga telah melakukan pendataan sejumlah rumah yang terendam banjir termasuk adanya sejumlah pohon yang tumbang dan menimpa kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Ketapang. Pihak PLN juga langsung melakukan penanganan dengan memperbaiki kabel yang terputus, akibat tertimpa pohon akasia dan mengakibatkan listrik padam.

Hingga siang ini, tercatat sekitar 129 rumah warga terendam banjir setinggi 1 meter, di antaranya di Dusun Sumber Jaya sebanyak 21 rumah, Bunut Selatan sebanyak 10 rumah, Dusun Bunut Utara sebanyak 10 rumah, Dusun Umbul Besar sebanyak 88 rumah. Selain perumahan warga, sebuah masjid juga terendam banjir yang terus berpotensi meninggi.

Sejumlah perahu karet disiapkan guna mengevakuasi warga.

Terkait bencana banjir yang terjadi sejak subuh hari tadi sebagai dampak limpasan meluapnya Sungai Way Sekampung, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonsiliasi, Sunaryo, saat mendampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, M. Darwam mengungkapkan, jika pihaknya telah mengerahkan 1 unit truk serbaguna. Selain itu, juga beberapa peralatan lain seperti perahu fiber dan dayung untuk evakuasi serta sebuah ambulance gawat darurat, unit tenda pengungsi, tenda plastik, tikar plastik, pelampung, dan tenda keluarga.

Pihaknya juga mengaku telah menyediakan beberapa bantuan makanan bagi masyarakat yang terimbas banjir, yang disiapkan di posko yang akan didirikan. Selain makanan juga berupa selimut keluarga sebanyak 5 lembar, paket kit ware sebanyak 4 buah, paket kesehatan keluarga sebanyak 5 box, paket family kit sebanyak 5 box dan karpet matras sebanyak 6 lembar.

Sementara itu, guna proses penanganan dampak bannjir itu sebanyak 16 personel BPBD Kabupaten Lampung Selatan dikerahkan untuk membantu warga. Para petugas BPBD yang datang langsung mendirikan posko dari tenda peleton termasuk menggunakan sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai lokasi penampungan para pengungsi.

Selain bantuan dari BPBD Kabupaten Lampung Selatan, belasan personel dari Koramil 421-08 Palas, dipimpin langsung Kapten Kaveleri Suyanto turut membantu warga melakukan proses evakuasi barang-barang milik warga yang dikhawatirkan terbawa arus banjir. Selain itu, juga anggota DPRD Provinsi Lampung, Antoni Imam, turut pula meninjau lokasi banjir yang melanda wilayah Desa Bandaragung.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...