Banjir di Lampung Selatan, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Terkait banjir di sejumlah desa di Lampung Selatan, upaya cepat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dengan mengirimkan puluhan personel, peralatan untuk posko darurat serta dapur umum dan alat-alat untuk evakuasi korban banjir, dan sejumlah bantuan logistik dan keperluan sehari-hari.

Petugas BPBD Lampung mendirikan dua tenda untuk warga pengungsi korban banjir.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonsiliasi BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Sunaryo, saat mendampingi Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, seusai melakukan pemberian bantuan dan mendirikan posko banjir di Kecamatan Candipuro yang berangsur surut, mengatakan, seluruh Tim BPBD ditarik dan diperbantukan di Kecamatan Sragi, dengan mendirikan sebanyak 2 unit tenda jenis dom, 1 pokso logistik serta perlengkapan lain yang diperlukan masyarakat, mengingat selain kondisi luapan Sungai Way Sekampung, perumahan warga yang tak jauh dari muara Sungai Way Sekampung juga masih terimbas pasang air laut Pantai Timur Lampung.
Baca:
Banjir di Lampung Selatan, Siang Ini Merendam 129 Rumah Warga
Beberapa bentuk bantuan yang diberikan kepada warga sesuai jumlah rumah yang terimbas banjir tersebut langsung diserahkan secara simbolis kepada Camat Kecamatan Sragi, Suwardi, didampingi aparat Koramil Sragi serta Kepala Desa Bandar Agung, Samsul. Bantuan tersebut antara lain berupa paket kids ware (peralatan bayi), Family Kit (peralatan mandi keluarga) serta beberap bantuan lain seperti selimut dan beberapa keperluan lainnya. “Kita langsung menyerahkan kepada aparat kecamatan dan desa, selanjutnya dilakukan pembagian sesuai dengan data warga yang terimbas banjir luapan Way Sekampung. Semoga bantuan ini bisa digunakan untuk keperluan warga dan meringankan beban warga yang menjadi korban banjir,” terang Sunaryo, usai memberikan bantuan, Kamis (23/2/2017).

Setelah dilakukan penyerahan bantuan ratusan paket keperluan warga, termasuk makanan instan, Sunaryo bersama Camat Kecamatan Sragi, Suwardi, Komandan Koramil 421-08/Palas, Kapten Kaveleri Suyanto dan anggota DPRD Provinsi Lampung, Antoni Imam, menyambangi beberapa rumah warga yang terendam banjir dan masih terus dialiri limpasan air Sungai Way Sekampung.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonsiliasi BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Sunaryo,

Beberapa rumah yang dikunjungi oleh rombongan aparat Kecamatan Sragi tersebut, di antaranya memperoleh bantuan 1 kardus mie instan, 1 paket family kit dan kids ware bagi warga yang masih memiliki anak kecil, selimut serta beberapa bantuan lain yang langsung diserahkan kepada warga.

Sunaryo mengatakan, posko akan didirikan hingga banjir surut, dan beberapa tenda yang ada bisa digunakan bagi warga yang rumahnya terendam sekaligus sebuah bangunan sekolah Madrasah Ibtidayiah (MI) yang berlokasi di seberang tanggul tak terdampak banjir. Sunaryo juga mengatakan, BPBD telah berkoordinasi dengan pihak PLN Ranting Kecamatan Ketapang untuk melakukan perbaikan pada instalasi listrik yang berakibat padamnya aliran listrik ke perumahan warga, agar saat malam hari warga mendapat penerangan listrik.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Antoni Imam, mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut langsung diberikan untuk meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung yang terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Antoni yang langsung memberikan peralatan bayi bagi seorang bocah berumur 8 bulan, Siti Nur Hazizah, putri dari Arju (40) dan Siti Halifatul (35) mengatakan, jika bantuan untuk warga yang memiliki anak-anak sangat diperlukan. “Kita langsung memberikan bantuan secepatnya, agar warga yang mengalami bencana banjir ini sedikit diringankan bebannya, sementara itu kita juga tengah mengusulkan agar dilakukan peninggian tanggul di beberapa titik, agar tidak terjadi banjir pada musim hujan selanjutnya,”ungkap Antoni.

Sejumlah petugas PLN pun sibuk mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa kabel listrik.

Antoni mengakui, siklus tahunan yang terkadang membuat air Sungai Way Sekampung meluap tersebut cukup meresahkan warga. Namun, ia juga mengatakan, jika sebagian masyarakat tinggal di kawasan yang berdekatan dengan bantaran sungai yang seharusnya tidak layak ditinggali. Langkah peninggian tanggul untuk mengantisipasi terendamnya perumahan warga berikut ratusan hektar tambak yang ada di wilayah Kecamatan Sragi tetap harus dilakukan dan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDASWSS).

Salah-satu warga dari ratusan warga terdampak banjir, Arju, mengaku datangnya air yang menggenangi rumahnya sudah terjadi sejak subuh sekitar pukul 03:00 WIB dan semakin meninggi sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi. Padahal, di wilayah tersebut hujan turun dengan intensitas sedang. Seperti pengalaman tahun sebelumnya, jika wilayah hulu Sungai Way Sekampung hujan deras seperti di Lampung Timur, Pringsewu dan Tanggamus, katanya, banjir kiriman akan berimbas pada perumahan warga di Dusun Bandar Agung. “Tapi, banjir pada tahun ini termasuk lebih rendah dibandingkan sembilan tahun lalu yang bisa mencapai dua meter. Namun, tahun ini lebih banyak rumah yang terendam, karena sebagian warga membuat rumah permanen, sedangkan beberapa tahun lalu warga masih memiliki rumah panggung,” ungkap Arju.

Arju dan sang istri mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut, karena ia yang masih memiliki anak usia 8 bulan memperoleh bantuan paket kids ware. Bantuan kids ware tersebut terdiri dari handuk bayi, baby oil, minyak kayu putih, sabun mandi bayi, lotion bayi, selimut bayi, botol susu, baju bayi 2 stel, gendongan bayi, perlak bayi, diapet serta tas bayi.

Arju, salah-satu warga korban banjir.

Sementara untuk family kit dirinya memperoleh sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, handuk kecil, paket obat-obatan serta jas hujan dewasa. Meski telah memperoleh bantuan dan diminta menempati posko yang telah disediakan BPBD, Arju mengaku sementara belum akan mengungsi untuk menjaga barang-barang yang ada di rumah. Ia berharap, banjir segera surut, sehingga dirinya bisa membersihkan perabotan rumah yang terkena banjir.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...