SAR Lampung Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Sungai Way Rilau

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Setelah dilakukan proses pencarian selama dua hari dengan menyisir Sungai Way Rilau akhirnya tim kantor Search and Rescue (SAR) Lampung berhasil menemukan korban bernama M. Yunus (15) yang  terseret arus Sungai Way Rilau pada Selasa (21/2/2017). Menurut Humas kantor SAR Lampung, Deni Kurniawan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tim SAR Lampung dibantu masyarakat, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, segera melakukan proses evakuasi korban. Selanjutnya dibawa ke rumah duka. Proses pencarian menggunakan perahu karet (rubber boat) serta perahu rafting dengan melibatkan puluhan personil SAR, diakui Deni Kurniawan, terhambat akibat derasnya arus Sungai Way Rilau tersebut.

Proses evakuasi korban.

Sebelumnya, ungkap Deni Kurniawan, korban yang merupakan warga Desa Mada Jaya terbawa arus sungai saat sedang mandi dan berenang di Sungai Way Rilau. Korban yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dievakuasi menggunakan kantong mayat dan langsung diserahkan ke keluarga. Kondisi pinggir sungai yang licin dengan kondisi masih turun hujan membuat korban diduga terpeleset dan terseret derasnya arus Sungai Way Rilau. Tim pencarian segera dikerahkan hari itu juga hingga akhirnya korban ditemukan pada Kamis (23/2/2017). Ia mengungkapkan dengan ditemukannya korban tenggelam dan terseret arus tersebut, operasi tim SAR dihentikan dan seluruh personil ditarik dari Desa Mada Jaya untuk membantu penanganan banjir di beberapa wilayah lain yang belum surut.

Korban dibawa menggunakan mobil menuju rumah duka.

“Setelah tim pencarian berhasil menemukan korban dengan bantuan masyarakat serta instansi lain yang tanpa kenal lelah melakukan proses pencarian korban, akhirnya korban ditemukan dan segera kita serahkan ke keluarga untuk mendapat penghomatan terakhir,” ungkap Deni Kurniawan, Humas Kantor SAR Lampung dalam keterangan yang diterima Cendana News, Kamis (23/2/2017).

Selain menarik personil kantor SAR Lampung yang dilengkapi dengan beberapa peralatan di antaranya truk pengangkut peralatan, sebuah perahu karet, perahu rafting serta tenda posko operasi pencarian korban tenggelam dan terseret arus dinyatakan dihentikan. Deni Kurniawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai dalam kondisi cuaca yang tidak baik. Terutama curah hujan yang tinggi di wilayah Lampung dalam beberapa pekan terakhir dan kepada para orangtua diimbau mengawasi anak-anaknya.

Korban akan dibawa ke rumah duka untuk mendapatkan penghormatan terakhir.

Kantor SAR Lampung, ungkap Deni Kurniawan, saat ini juga tengah fokus melakukan pemberian bantuan terhadap beberapa wilayah di Lampung yang terimbas banjir di antaranya di wilayah Way Lima Kabupaten Pesawaran dan beberapa wilayah di Lampung Selatan. Beberapa wilayah banjir yang saat ini masih belum surut, personil SAR Lampung juga dilibatkan membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa kabupaten.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: SAR Lampung

Lihat juga...