Aktivis Lingkungan Minta Hentikan Pertunjukan Lumba-Lumba

JUMAT 20 JANUARI 2017
BALIKPAPAN—Aktivis pecinta alam dan lingkungan di Kalimantan Timur meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan penyelenggara diminta menghentikan pertunjukan lumba-lumba yang akan berlangsung hari ini hingga 19 Februari mendatang. Permintaan itu disampaikan aktivis melalui aksi protes damainya di halaman parkir jalan MT Haryono dan mendatangi gedung DPRD Balikpapan, pagi tadi (20/1).
Aksi aktivis Pecinta Lingkungan di Kalimantan Timur di halaman parkir jalan MT Haryono Kota Balikpapan.
Jurubicara Koalisi Penyelamat Satwa di Balikpapan Husain Suwarno mengatakan hewan mamalia yakni lumba-lumba ini termasuk hewan yang dilindungi Pemerintah sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Untuk itu, pihaknya meminta pertunjukan lumba-lumba di Balikpapan ini dihentikan. 
“Apabila dihentikan maka Balikpapan menjadi yang pertama kalinya. Harapannya tidak ada pertunjukan lumba-lumba lagi didaerah lain,” ucapnya disela aksi protesnya, Jumat (20/1/2017).
Menurutnya, pemerintah harus tegas dalam melaksanakannya, dan hewan lumba-lumba ini harus dikembalikan ke habitatnya.
“Lumba-lumba ini akan tampil lima kali pertunjukan dalam sehari, ini sama saja eksploitasi bukan edukasi,” tegas Husain.
Dalam kesempatan terpisah Wali kota Balikpapan Rizal Effendi secara pribadi mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan semua pihak yang berwenang agar ke depannya ada tindakan nyata sehingga pertunjukan satwa tidak ada lagi.
“Pertunjukkan ini sudah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi kami perlu koordinasi lagi,” tandasnya.
Untuk diketahui aksi penolakan terhadap pertunjukkan lumba-lumba ini dilakukan sejak 15 Januari 2017 di Lapangan Merdeka Balikpapan.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...