Boneka (Bukan) Hanya Mainan, tetapi Peradaban Manusia

JUMAT 20 JANUARI 2017
YOGYAKARTA—Dari manapun asalnya, serta bagaimanapun bentuknya, boneka selama ini mungkin hanya dianggap sebagai sebuah mainan anak-anak. Padahal, boneka sejatinya memiliki sisi lain yang jauh berada di luar jangkauan alam pikiran anak-anak bahkan orang dewasa pada umumnya. 
Pameran “Boneka (Bukan) Hanya Mainan.”
Hal itulah yang coba diungkap dalam pameran bertajuk “Boneka (Bukan) Hanya Mainan” bertempat di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan Lor, Alun-Alun Utara, Yogyakarta, (17-26/01/2017). 
Dalam pameran yang diselenggarakan Moseum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga Yogyakarta ini, kita akan diajak menyusuri periode-periode waktu peradaban manusia, mulai dari kehidupan sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, ritual, agama hingga mistik atau supranatural, lewat karakteristik sebuah boneka. 
Berbagai macam jenis boneka dipamerkan dalam acara ini. Mulai dari boneka mainan, boneka ritual, boneka rakyat tradisional, boneka pendidikan, boneka etnis, boneka cinderamata, hingga boneka masa depan atau robot. 
“Pameran ini merupakan ide dari kurator Moseum Pendidikan dan Mainan Anak Kolong Tangga, Rudi Corens, setelah melakukan penelitian selama dua tahun, dengan dibantu tim riset moseum,” ujar Panitia Pameran yang juga Sekretaris Museum Kolong Tangga, Tantri Swastika. 
Dari sekian banyak boneka yang dipamerkan, beberapa diantaranya adalah boneka kesuburan asal lembah sungai Indus, Mohenjodaro, Pakistan periode 2500 SM; lalu ada tiruan boneka batu berhala kuno periode 800 SM yang ditemukan di pemakaman kepulauan Sisilia Italia; lalu ada boneka perunggu patung Budha dari periode Sukhothai (Thailand) sekitar abad 13 ; ada pula boneka cetakan terakota periode akhir masa Majapahit abad 14 berbentuk anak laki-laki; hingga boneka Katchina Suku Indian, Hopi, Arizona, Amerika Serikat. 
“Tak hanya menunjukkan berbagai macam jenis boneka, kita juga memamerkan lukisan dan seni pahat. Selain itu terdapat pula buku, foto, dokumen, poster film dan beragam media publikasi lainnya,” imbuh Tantri. 
Mulai buka pukul 09.00 hingga 21.00, secara gratis, pihak penyelenggara juga menggelar sejumlah acara pendukung dalam pameran ini. Mulai dari pemutaran film dokumenter mengenai dunia boneka, hingga workshop paperctaft dan workshop Action Figure dengan origami. 
“Pameran ini lebih khusus ditujukan untuk orang dewasa. Yakni sebagai sebuah pengingat atas fakta yang terabaikan. Fakta bahwa boneka masih memiliki pengaruh yang tak terduga. Tidak hanya dalam dunia mainan anak-anak saja, namun juga orang dewasa,” pungkasnya. 
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana 
Lihat juga...