JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat melaporkan secara resmi bahwa telah terjadi Gempa Bumi yang mengguncang kawasan Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nangroe Aceh Darusallam (NAD) yang terjadi pada Rabu pagi (7/12/2016) pada sekitar pukul 05:03.36 WIB dengan kekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR) kemudian belakangan diperbarui oleh pihak BMKG menjadi 6,5 SR.
Andi Eka Sakya, Kepala Pusat BMKG saat jumpa pers dengan wartawan.
Menurut informasi resmi yang diterima Cendana News secara langsung dari dari Andi Eka Sakya yang tak lain adalah Kepala Pusat BMKG tersebut sempat menyebutkan bahwa hingga siang ini setidaknya terdapat 15 kali gempa susulan paska gempa pertama yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya dengan kekuatan guncangan sekitar 6,4 SR atau 6,5 SR.
Demikian pernyataan resmi yang disampaikan Andi Eka Sakya secara langsung kepada para awak media cetak dan elektronik di Gedung C, Lantai II, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu siang (7/12/2016) terkait seputar update informasi dan perkembangan gempa bumi yang mengguncang wilayah kawasan Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi NAD tersebut.
Namun dirinya memastikan walaupun jumlah gempa susulan hingga saat ini masih terjadi, namun semakin lama kekuatan dan intensitas kekuatan gempanua semakin melemah atau semakin mengecil, namun bagaimanapun warga masyarakat setempat dihimbau untuk tetap waspada dan mengantisipasi adanya kemungkinan gempa susulan yang kemungkinan masih akan akan terjadi.
“Setidaknya telah terjadi 15 kali gempa susulan paska gempa pertama pada sekitar pukul 05:03.36 WIB di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya dengan kekuatan sekitar 6,4 atau 6,5 pada Skala Richter (SR), sementara itu terkait dengan adanya fenomena gempa yang biasa terjadi setelah gempa pertama, namun biasanya semakin lama intensitas kekuatan gempa semakin melemah atau semakin mengecil” kata Andi Eka Sakya, Kepala Pusat BMKG saat jumpa pers di Gedung C, Kantor Pusat BMKG Jakarta, Rabu siang (7/12/2016).
Sementara itu hingga pukul 15:00 WIB, berdasarkan informasi resmi yang berhasil dihimpun Cendana News dari Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Nasional (BNPB) menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut menyebabkan 52 orang meninggal dunia, 70 orang luka berat dan 122 orang luka ringan. Gempa Bumi tersebut berdampak langsung kepada 10 ribu santri maupun santriwati, karena untuk sementara waktu mereka terpaksa tidak dapat belajar dan melanjutkan sekolah.