MATARAM — Semenjak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten dan Kota Bima dan sebagian Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), aktivitas perekonomian lumpuh, aktivitas belajar dan perkantoran juga masih diliburkan.
Seorang warga Kabupaten Bima dievakuasi di tengah banjir
“Aktivitas sekolah dan perkantoran untuk sementara waktu masih diliburkan Pemkab maupun Pemkot Bima, terutama di daerah yang terdampak bencana banjir,” kata Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum melalui rilisnya, Sabtu (24/12/2016).
Adapun sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bajir bandang antara lain, empat unit fasilitas kesehatan berupa puskesmas mengalami rusak parah, 29 pustu, 29 Polindes dan satu kantor Labkesda.
Petugas BPBD, BNPB bersama tim gabungan lain dari TNI, Polri dan Tim SAR masih terus berupaya membantu membereskan kembali matrial maupun tanah yang masuk rumah warga, termasuk sejumlah objek vital lain.
“Bantuan logistik dan obat-obatan baik dari Pemda NTB, Pemkab Kabupaten lain termasuk sumbangan kemanusiaan dari sejumlah lembaga terus disalurkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang mengungsi,” katanya.
Ditambahkan, fasilitas lain seperti listrik sampai sekarang masih mengalami pemadaman dan menyala di sejumlah objek vital seperti rumah sakit, itupun menggunakan genset, jaringan telekomunikasi sampai sekarang juga belum normal.