Goa Surocolo di Bantul, Wisata Alternatif di Yogyakarta

MINGGU, 13 MARET 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Goa Surocolo lebih dikenal dengan sebutan Goa Sunan Mas. Kisahnya yang populer juga lebih menonjolkan keterkaitannya sebagai petilasan atau jejak Raja Yogyakarta, Sunan Mangku Rat III, Raja Mataram Hadiningrat zaman Kartosuro, yang popular dengan julukannya, Sunan Mas. Namun sayang, Goa Sucrocolo yang cukup potensial sebagai obyek wisata alam belum begitu digarap maksimal.
Goa Surocolo
Gua Surocolo berada di pedukuhan Ngreco, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Pedukuhan itu merupakan kawasan hutan di utara Laut Selatan atau yang populer disebut Parangtritis. Komplek Goa Surocolo dinaungi dua buah pohon besar dan tua, yaitu Pohon Kepoh dan Pohon Randu Alas. Diperkirakan Pohon Randu Alas itu sudah berusia 350 tahun dan Pohon Kepoh berusia 250 tahun. 
Warga pedukuhan setempat, Rutijo mengatakan, perkiraan usia kedua pohon tersebut berasal dari keterangan Sultan HB X ketika berkunjung ke kawasan Surocolo. 
Sementara itu, sebuah Sendang atau mata air di timur kedua pohon tua tersebut tampak sebagai peninggalan zaman Hindhu Kuno dengan hiasan Arca Kepala Naga. Namun, Rutijo memperkirakan, arca tersebut berasal dari zaman Keraton Mataram Islam ketika beribukota di Plered, Bantul, Yogyakarta.
Dari kisah tutur yang berkembang di masyarakat setempat, Goa Surocolo dipercaya sebagai petilasan atau bekas peristirahatan Sunan Mangku Rat III. Menurut Rutijo, sejak puluhan tahun lalu, Goa Surocolo dibiarkan terbengkalai. Namun pada tahun 1990-an ketika banyak orang mulai mengunjunginya, warga mulai memperhatikan keberadaan Goa Surocolo.
Komplek Goa Surocolo kini sedang diupayakan menjadi obyek wisata. Bersama sejumlah warga lainnya, Rutijo menggalakkan kegiatan pelestarian wilayah sekitar Goa Surocolo. 
Rutijo mengatakan, Goa Surocolo memiliki arca kuno yang selama ini belum pernah diteliti. Padahal, masyarakat bingung menentukan nama arca itu. Sebagian orang meyakini arca itu berbentuk seekor nyamuk. Ada juga yang menganggapnya sebagai potongan Arca Gajah. Sementara, sebagian yang lain meyakininya sebagai Arca Naga.
Sebelum dipugar seperti sekarang, Sendang atau mata air yang berada di Komplek Goa Surocolo dan diberi nama Sendang Gelanggang Jati. Semula merupakan rawa-rawa yang sangat luas. 
Sendang Gelanggang Jati
Di sekitarnya ada satu Arca lagi yang dibiarkan terpendam tanah. Diduga, masih banyak lagi arca-arca lain yang berada di sekitar Goa Surocolo.  Pasalnya, menurut Rutjo, nama pedukuhan Ngreco juga berasal dari kata reco, yakni sebutan warga setempat untuk arca. 
Nama itu diberikan karena dahulu banyak ditemukan Arca di sekitar goa tersebut. Dugaan itu, menurut Rutijo, bisa saja benar adanya. Pasalnya, Mataram di zaman Sunan Mangku Rat III memang masih kental dengan unsur budaya agama Hindhu. 
Lihat juga...