SENIN, 14 MARET 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Lima kelurahan yang mengalami kesulitan memperoleh bantuan 20 tandon untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang belum mendapatkan. Pasalnya, lima kelurahan itu merupakan jumlah antrian pembelian air bersih terbesar dan berada dalam kondisi kesulitan terparah.
| Kepala Bagian Pemerintahan kota Balikpapan Zulkifli |
Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Setdakot Balikpapan, Zulkifli, dari lima kelurahan tersebut masing-masing akan mendapatkan empat tandon kapasitas 1.200 liter. Tandon tersebut sebagai sumber air baru yang akan dikelola oleh RT maupun LPM karang Taruna.
“Iya lima kelurahan itu kelurahan Baru Ulu, Baru Ilir, Baru Tengah, Sumber Rejo dan Manggar. Lima kelurahan itu kondisi daftar tunggu antrian yang cukup tinggi akibat pendistribusian air yang dilakukan dengan penggiliran,” ungkapnya, Senin (14/3/2016).
Zulkifli menjelaskan, dalam kondisi darurat air ini, pemerintah juga telah membentuk posko pengamanan di titik pengambilan. Posko ini melibatkan TNI untuk menjaga antrian tetap kondusif serta menjaga tak terjadi kenaikan harga.
“Posko yang ditempat pengambilan air yakni di Telaga Sari, MT Haryono, Gunung Sari dan Indrakila. Solusi lain untuk mengatasi darurat air juga terus dipikirkan,” tandas pria yang akrab disapa Kifli.
Adapun mobil pikup yang dilengkapi dengan tandon akan fokus menyuplai air bersih pada fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sekolah. Pihak kelurahan melalui posko kelurahan juga diminta untuk mencari sumber-sumber air di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan beberapa pemilik usaha truk tangki air, rata-rata menjual dengan harga Rp.85 ribu pada saat normal sebelum krisis.
Harga itu dipatok dengan pertimbangan sehari bisa melayani 10-15 tangki. Sedangkan kondisi krisis, pengambilan air harus mengantre sehingga sehari hanya bisa melayani 5-6 tangki saja. Itulah yang menyebabkan pengusaha air tangki memberikan harga Rp.150 ribu per tangki.