Krisis Air Landa Balikpapan, Masyarakat Andalkan Penjual Keliling

RABU, 24 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Musim kemarau yang terus terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur yang menyebabkan sumber air mengering, ditambah dengan kebijakan PDAM yang melakukan penjadwalan distribusi membuat satu-satunya pilihan masyarakat hanya air yang dibeli dari penjual keliling.
Beberapa mobil penjual air sedang mengantri pengisian
Seorang penjual air tandon keliling, Musa menyebutkan, permintaan masyarakat meningkat hingga seratus persen, dalam sehari bisa menerima pembelian hingga 20 kali.
“Biasanya dalam sehari hanya 10 kali permintaan sebelum krisis. Sekarang lagi krisis begini bisa lebih 20 kali, kadang bisa dilayani kadang tidak,” terang Musa Penjual air tandon keliling saat ikut mengantri membeli di PDAM Balikpapan, Rabu (24/2/2016).
Disebutkan, tidak hanya peningkatan pembelian, pelanggan baru juga bertambah. Kebanyakan berasal dari pemilik warung makan dan sejumlah rumah tangga yang pemukimannya belum dijangkau PDAM. 
“Tapi saya prioritaskan pelanggan tetap setelah itu pembeli baru,” tandasnya, 
Musa mengatakan, satu tandon air dijual berdasarkan jaraknya, dengan harga antara Rp80 ribu hingga Rp.120 ribu. Untuk sumber airnya juga disesuaikan daerah yang akan diantar. 
Tidak hanya pembelian air tandon keliling yang kebanjiran pembeli, namun Toko penjual Tandon juga ramai pembeli.
“Dalam sehari bisa 5 hingga 10 unit. Sebelumnya kurang dari itu,” kata Dewi Toko Tandon di kawasan Gunungsari kota Balikpapan.
Lihat juga...