Bulog DIY Pantau Penyaluran Rastra di Sleman

RABU, 24 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA — Untuk kedua kalinya Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) DI Yogyakarta, Rabu (24/2/2016), menyalurkan Beras Sejahtera (Rastra) di wilayah desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Dalam penyaluran kali ini, Kepala Perum Bulog Divre DIY turun langsung meninjau proses penyaluran Rastra.

Istilah Raskin sudah diganti menjadi Rastra tapi spanduknya masih Raskin

Kepala Perum Bulog Divre DIY, Sugit Tedja Mulyono ditemui di Balai Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta dalam peninjauan langsung penyaluran Rastra menjelaskan, pihaknya sengaja turun ke lapangan untuk memantau proses dan mekanisme penyaluran Rastra di wilayah desa Wukirsari.
Dalam peninjauan itu, Sugit mengapresiasi mekanisme penyaluran Rastra di Wukirsari tersebut karena dilakukan oleh masyarakat sendiri melalui Kelompok Masyarakat Sejahtera. Mekanisme penyaluran oleh masyarakat itu, menurutnya, merupakan satu-satunya di Yogyakarta. 
Dengan penyaluran oleh masyarakat, selain tidak merepotkan perangkat desa juga memudahkan warga yang hendak mengkomplain jika ada beras Rastra yang tidak sesuai kriteria.
Penyaluran Rastra di Balai Desa Wukirsari
Dalam proses penyaluran Rastra tersebut, Sugit di hadapan awak media menyempatkan diri bertanya kepada salah satu warga penerima Rastra, Sri Astuti (53). Dalam tanya jawab itu diketahui, jika beras Rastra tahun kemarin berbau apek, dan untuk tahun ini relatif lebih bagus. Jika pun ada keluhan, hanya karena beras Rastra berwarna kekuningan. 
Namun, Sri mengakui jika warna kekuningan itu tidak berpengaruh pada rasa. Hanya saja, beras berwarna kekuningan itu harus dicuci menggunakan lebih banyak air.
Terhadap keluhan tersebut, Sugit mengakui jika beras tahun kemarin yang berbau apek disebabkan karena beras tahun kemarin telah disimpan di Gudang Bulog selama 8 bulan hingga 1 tahun. Sugit beralasan, penyimpanan beras yang begitu lama itu karena memang beras persediaan untuk Rastra harus disimpan. 
Ka Perum Bulog Divre DIY, Sugit Tedja Mulyono menunjukkan beras Rastra
Namun demikian, Sugit menjamin jika tahun ini tidak akan ada lagi beras berbau apek, karena penyimpanan beras tahun ini paling lama hanya 4 bulan. Bahkan, katanya, beras Rastra yang disalurkan saat ini baru disimpan di Gudang Bulog selama 2 bulan. 
Dalam kesempatan itu pula, Sugit memaparkan jika saat ini Bulog DIY juga menyediakan beras untuk korban bencana yang sewaktu-waktu siap disalurkan. Adapun persediaan beras untuk bencana di wilayah DIY disiapkan sebanyak 700 Ton setiap tahunnya. Sedangkan, persedian beras saat ini di Gudang Bulog akan mencukupi sampai bulan Juni 2016.
Sementara itu, untuk beras Rastra di wilayah desa Wukirsari yang disalurkan hari ini sebanyak 15 Ton yang diadakan berasnya dari wilayah Yogyakarta.  Ketua Kelompok Masyarakat Sejahtera Desa Wukirsari, Ahmad Mustofa, menjelaskan jika beras Rastra sebanyak itu disalurkan kepada sebanyak 1.007 Kepala Keluarga (KK), dan masing-masing KK hanya dibolehkan mendapat satu karung beras Rastra atau sebanyak 15 Kilogram, dengan harga perkilogramnya sebesar Rp.1.600.
Lihat juga...