RABU, 24 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ishak Kusrant
MANADO — Ratusan supir angkutan kota (Angkot) dari berbagai jurusan dan basis (Perkumpulan) di Manado, Rabu (23/02/2016) melakukan mogok massal untuk memprotes jalur searah (One Way) yang diterapkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Utara (Sulut). Aksi tersebut mengakibatkan ratusan penumpang terlantar.
![]() |
| Aksi protes Sopir Angkot |
Menurut koordinator aksi Tery Umboh, selama hampir sebulan penerapan jalur satu arah (One Way Traffic) pendapatan supir angkot menurun drastis, karena harus berputar jauh untuk bisa mendapatkan penumpang.
“Sebelum di berlakukan jalur searah, para supir bisa mendapatkan pemasukan dua hingga tiga kali lipat, sehingga ada yang bisa dibawa pulang ke rumah.Namun saat jalur searah di terapkan, pendapatan supir sangat menurun sehingga merugikan,” tegas Umboh kepada Cendana News pada Rabu (24/02/2016) di lokasi aksi.
Sementara itu Ketua Basis Trayek Malalayang, Wilson Tampung menyatakan tetap mendesak pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk segera mengembalikan jalur ke dua arah, atau seperti semula, agar angkutan umum dan pengendara bermotor lainnya tidak kesulitan ketika memutar arah.
“Ini kan belum di Perdakan, dan belum keluar peraturan Walikotanya sehingga penerapan ini masih bisa di tinjau kembali dan dibatalkan, kalau tidak kami akan terus melakukan aksi,” ungkap Wilson pada Cendana News.

Hingga pukul 17.30 WITA, aksi mogok ratusan supir masih berlangsung, sehingga berdampak pada kemacetan di sejumlah ruas jalan, serta menyebabkan ratusan penumpang terlantar.