RABU, 24 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Foto: Rustam
KENDARI—Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diprotes oleh masyarakat. Bukan saja karena seringnya terjadi pemadaman listrik, tapi juga terkait lonjakan pembayaran konsumen yang naik berlipat-lipat.

Informasi yang diperoleh dari Muh Ajib Madjid, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka, ada kesalahan teknis hingga pembayaran listrik konsumen melonjak drastis.
Diungkapkan, ada konsumen PLN Kolaka atas nama Sitti membayar tagihan pemakaian listrik Rp 643 ribu pada bulan Desember 2015. Kemudian pada bulan Januari 2016, pembayaran Sitti membengkak menjadi Rp 2.673.000.
Konsumen lain, ada seorang petani biasanya hanya membayar pemakaian listrik PLN dikisaran Rp 100 ribu per bulan. Tapi tiba-tiba harus membayar Rp 1,9 juta pada bulan Januari 2016.
“Jika melihat masalah ini, kemungkinan ada oknum yang bermain-main. Bisa jadi ada kesalahan teknis pencatatan meteran konsumen,” kata politisi asal PAN ini.
Sebelum anggota dewan Kolaka menyoroti biaya pembayaran pemakaian listrik yang tiba-tiba melonjak, PLN Kolaka juga pernah didemo karena ketidakpuasan pelayanan kepada pelanggan. PLN Kolaka sering melakukan pemadaman.