ASDP Bakauheni Himbau Nahkoda Waspadai Cuaca Ekstrim

Kapal Roll On Roll Off (Roro) yang melintas di perairan Selat Sunda
CENDANANEWS(Lampung) – Meski kondisi cuaca Selat Sunda pada bulan April ini tidak terbilang ekstrem, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni tetap mengimbau nakhoda untuk selalu waspada.
“Akhir-akhir ini cuaca kerap berubah cepat. Para nakhoda diminta lebih waspada. Semua bertujuan agar pelayanan berjalan baik dan tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Manager Operasional PT ASDP Pelabuhan Bakauheni Heru Purwanto kepada Cendananews.com Rabu (22/4/2015).
Peringatan tersebut diberikan langsung kepada semua nakhoda yang hendak berlayar. Selain itu juga melalui crew kapal himbauan juga ditujukan kepada para pengguna jasa pelayaran terutama penumpang yang menggunakan kendaraan maupun penumpang pejalan kaki agar memperhatikan keselamatan selama pelayaran.
“Kuatnya tiupan angin ditambah lagi ombak tinggi bisa membuat aktivitas pelayanan sedikit terganggu. Nakhoda harus lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan update terkini dari stasiun cuaca,” ungkap Heru Purwanto.
Heru menjelaskan, beberapa hari lalu hujan angin disertai kabut begitu tebal terutama di malam hari hingga pagi hari. Hal ini mengganggu jarak pandanggan para nahkoda saat berlayar maupun bersandar. 
“Harus waspada agar tidak mengalami gagal sandar atau yang lainnya,” ungkap Heru.
Meski cuaca cepat berubah, Heru mengatakan ASDP tetap memberikan pelayanan seperti biasa. JUmlah kapal yang dioperasikan dalam kondisi normal kali ini dalam sehari mencapai 27-29 kapal Roll on Roll Off (Roro) dengan rata rata mencapai 90-95 trip dalam sehari.
“Pelayanan Pelabuhan Bakauheni masih lancar tanpa ada pengurangan apapun,” terangnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Bakauheni Captain Yoshua P.S.I Anthonie MM saat dikonfirmasi oleh Cendananews.com. Ia mengungkapkan cuaca di perairan Selat Sunda dalam kondisi tertentu bisa saja berubah sebab kondisi perairan di sekitar Pelabuhan Bakauheni maupun Merak akan berbeda dengan kondisi di tengah Selat Sunda.
Joshua menghimbau agar para nahkoda selalu mewaspadai kondisi perubahan cuaca serta selalu berkoordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan. Untuk mengantisipasi kejadian kejadian di laut KSOP pun telah menyiagakan sebuah kapal patroli bernama KN.5156 yang memiliki spesifikasi  panjang 10m, lebar 2,75m ,mesin 2x200hp. Selain itu juga sebuah tug boat TB Merak yang keduanya siaga di dermaga Plengesengan Bakauheni.
“Kapal patroli dan kapal penarik disiagakan mengantisipasi insiden di laut seperti kapal susah sandar atau ketika ada kejadian tertentu yang harus mendapat penanganan segera,” ungkap Joshua yang pernah bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut.
Menurut Kapten Joshua berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Informasi Meteorologi Maritim Panjang yang berlaku (22/4) hingga (23/4) prakiraan cuaca di wilayah Selat Sunda Bagian Utara tinggi gelombang minimal mencapai 0,5 hingga 1,5 meter, sementara tinggi gelombang maksimal mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Sementara arah angin di wilayah tersebut dari Barat ke Barat Laut dengan kecepatan angin mencapai 10-20 knot dan kondisi cuaca berawan.

Sementara di perairan Selat Sunda bagian Selatan tinggi gelombang minimal mencapai 0,75 hingga 2 meter sementara tinggi gelombang maksimal mencapai 2,0 hingga 3,0 meter. Arah angin dari Barat ke Barat Laut dengan kecepatan 05-20 knot. Hujan di perairan diperkirakan terjadi di perairan Timur Lampung.
“Cuaca di perairan memang bisa berubah diluar prakiraan sehingga kewaspadaan tinggi para nahkoda serta crew kapal perlu lebih tinggi selama pelayaran,” ungkap Kapten Joshua.

———————————————-
Rabu, 22 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...