Upaya Pengembangan Kampung Cibuluh jadi Destinasi Wisata Batik
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen menjadikan kampung Cibuluh sebagai destinasi wisata dan edukasi batik tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauki Beik, mengatakan, batik adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.
Dalam kaitan pelestarian batik warisan budaya, Baznas telah mengembangkan program rumah batik dan tenun Indonesia. Program ini juga untuk memberdayakan para mustahik membatik yang ujungnya bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Cibuluh.
Karena menurutnya, di antara misi dari penyaluran zakat yaitu bagaimana zakat bisa berperan secara signifikan di dalam mereduksi dan mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan.
Di antara program unggulan Baznas terkait dengan pemberdayaan para mustahik pembatik dan penenun ini adalah program kampung batik Cibuluh, Bogor, Jawa Barat.
“Alhamdulillah kampung batik Cibuluh ini telah menunjukkan satu progres yang sangat luar biasa. Kita berharap kampung batik Cibuluh bisa berkembang menjadi destinasi wisata dan edukasi mengenai batik khas Bogor,” ujar Irfan, pada acara program pemberdayaan yang digelar virtual dan diikuti Cendana News di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Melalui program ini, Irfan juga berharap kampung batik Cibuluh bisa tumbuh menjadi sentra industri perbatikan yang dimiliki pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bukan hanya di kota Bogor tapi juga di Indonesia.
“Kita berharap potensi lokal membatik ini bisa terus dikembangkan untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Suksesnya program ini menurut Irfan, utamanya atas dukungan semua warga kampung Cibuluh yang berkeinginan untuk mandiri dan berkembang. Sehingga ini memudahkan dalam proses pemberdayaan batik.
Diharapkan program ini bisa berkembang lebih optimal, sehingga dalam dua tahun mendatang kampung batik Cibuluh bukan hanya sebagai destinasi batik di tingkat nasional.
“Tapi juga kita dorong menjadi salah satu pusat membatik atau eduwisata batik di tingkat internasional,” ungkap Irfan.
Dan ini menurutnya, bukan sesuatu hal yang mustahil, selama semua pihak berkolaborasi dengan baik. Terpenting lagi para pembatik memiliki komitmen dan keinginan untuk melahirkan inovasi yang memberikan manfaat dalam pelestarian warisan budaya.
Sehingga edukasi dan promosi mengenai batik serta penguatan program pemberdayaan di kampung Cibuluh ini dapat terus ditingkatkan.
Karena sejatinya kata Irfan, program ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat lebih mandiri dengan mengangkat potensi yang ada melalui edukasi dan ekonomi kreatif yang ada di kampung Cibuluh.
“Kampung Cibuluh bisa menjadi salah satu role model pemberdayaan batik di Indonesia,” pungkasnya.