MPLS di SMPN 1 Penengahan Utamakan Pembentukan Karakter
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — SMP Negeri 1 Penengahan yang segera berlangsung mengutamakan pembentukan karakter dalam proses masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru. Selama tiga hari, siswa baru ditutori oleh guru dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Materi yang diberikan meliputi pengenalan kondisi sekolah, fasilitas sekolah, guru, serta sejumlah materi.

Selain itu sejumlah materi yang diberikan oleh panitia disebutnya meliputi cara belajar yang baik, keagamaan, tatakrama, ibadah, wawasan wiyata mandala, pengenalan siswa.
“MPLS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, salah satunya lebih ke pembentukan karakter,” sebut Kepala SMPN 1 Penengahan, Drs.Cik Ujang saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (4/7/2019).
MPLS yang digelar selama tiga hari sesuai anjuran pemerintah dan edaran Dirjen Dikdasmen 2019. Para anggota OSIS yang dilibatkan hanya ditugaskan menyampaikan sosialisasi terkait sejumlah kegiatan organisasi di lingkungan sekolah.
Peserta didik baru yang mengikuti pengenalan lingkungan sekolah merupakan siswa yang diterima di SMPN 1 Penengahan melalui PPDB Online. Sebanyak 281 siswa terbagi dalam sebanyak 9 rombongan belajar atau kelas yang rata-rata sebanyak 30 siswa.
Ditambahkan Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum, Drs.Supangat, kegiatan dibagi dalam dua kategori, di dalam ruangan dan di luar ruangan.
Kegiatan di dalam ruangan diberikan oleh 9 guru sebagai tutor dan pengurus OSIS. Meliputi wawasan wiyata mandala, cara belajar yang baik dan sejumlah materi diberikan di aula.
Para siswa yang sudah dibagi dalam sejumlah kelas akan melakukan kegiatan piket dalam menjaga kebersihan kelas. Setelah MPLS dilakukan peserta didik baru baru akan melaksanakan proses belajar secara efektif sebagai murid SMPN 1 Penengahan sesuai kelas yang sudah ditentukan.
Supangat menyebut selama kegiatan MPLS peserta didik baru tidak diberi beban berlebihan atau kerap dikenal perpeloncoan.
“Sebagai contoh pada tahun tahun sebelumnya siswa perempuan diwajibkan menggunakan pita warna warni kini ditiadakan,” sebutnya.
Kewajiban mendapatkan tanda tangan kakak kelas serta guru guru disebutnya mulai dikurangi. Pengurus OSIS yang bertindak disebutnya juga hanya diberi tugas mengenalkan lingkungan dan organisasi sekolah.