Jumlah Wisatawan di Sumbar, Menurun
Editor: Koko Triarko
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran 2019 ini turun dibandingkan pada 2018. Hal ini disebabkan menurunnya kedatangan penumpang melalui maskapai penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau pada tahun ini.
Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan sampai hari ini baru 7 kabupaten dan kota yang telah masuk laporan jumlah kunjungan wisatawan ke Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Solok.
Dari 7 kabupaten dan kota itu, tercatat jumlah wisatawan yang datang ke sejumlah tempat wisata pada momen libur Lebaran hanya 400 ribu lebih.

“Jadi 400 ribu lebih yang kita hitung untuk di tujuh kabupaten dan kota itu, berdasarkan penjualan tiket/karcis yang masuk ke lokasi wisata. Sedangkan untuk yang gratis seperti Pantai Padang, belum kita hitung. Kalau dilihat dari pantauan, Pantai Padang ada ribuan pengunjung per hari. Wisata di Padang yang bayar itu ke Pantai Air Manis,” katanya, dalam rapat evaluasi di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Senin (10/6/2019).
Ia menyebutkan, melihat dari kedatangan penumpang melalui Bandara Internasional Minangkabau pada momen libur Lebaran ini terjadi penurunan yang cukup besar, jika dibandingkan pada tahun 2018.
Menurutnya, kedatangan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau, paling besar hanya mencapai angka 10 ribu penumpang per hari. Padahal pada tahun lalu, jumlah kedatangan wisatawan di Bandara Internasional Minangkabau tidak kurang dari 14 ribu penumpang per hari.
“Penurunan kedatangan penumpang di Bandara Internasioanl Minangkabau, berpengaruh pula pada kunjungan wisatawan ke Sumatra Barat pada momen Lebaran tahun ini. Karena memang, banyak wisatawan yang datang ke Sumatra Barat, menggunakan angkutan udara,” ujarnya.
Nasrul mengaku tidak berani memastikan, apakah jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat wisata pada momen Lebaran tahun ini mencapai 1,6 juta, atau malah berkurang dari jumlah tersebut. Bahkan, ia menyatakan sulit untuk mencapai jumlah tersebut. Namun ia tetap berharap kepada 12 kabupaten dan kota lainnya yang kini belum masuk data ke Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, dapat segera menyampaikan kondisi wisatawan, agar dapat segera direkap dan dilakukan evaluasi bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian, mengatakan 12 kabupaten dan kota yang belum masuk ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya itu, merupakan daerah yang memiliki pengunjung yang terbesar dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
Seperti untuk Kota Bukittinggi yang masih menjadi primadona kunjungan wisatawan, serta Kawasan Wisata Mandeh yang kini menjadi tujuan wisata terbaru yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, juga belum diketahui seberapa banyak kunjungan wisatawannya.
“Semoga besok data seluruh kunjungan wisatawan dari kabupaten dan kota di Sumatra Barat sudah masuk ke Dinas Pariwisata, sehingga dapat kita ketahui. Cuma untuk prediksi belum berani kita apakah meningkat atau tidak,” jelasnya.
Sehubungan dengan kedatangan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau, dari hasil rekap sementara dari jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat hingga H+4 pukul 10.00 WIB, memang terjadi penurunan penumpang, baik itu penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.
Melihat ke data kedatangan dan keberangkatan penerbangan di Bandara Internaisonal Minangkabau, terhitung dari dari H-10 sampai dengan H+4 (26/5 – 10/6/2019), untuk penerbangan kedatangan domestik pada 2019 ini, dengan jumlah penerbangan 515 telah membawa penumpang sebanyak 78.890 orang.
Jumlah tersebut turun jika dibandingkan tahun lalu, dengan jumlah penerbangan kedatangan 672 penerbangan telah membawa penumpang sebanyak 122.189 orang. Artinya, terjadi penurunan penerbangan sebesar 23 persen.
Selanjutnya pada total keberangkatan penerbangan pada 2018, ada 672 penerbangan dan melihat pada 2019, turun menjadi 521 penerbangan. Serta pada total keberangkatan penumpang pada 2018 ada 83.950, turun pada 2019 menjadi 45.273, yang artinya mengalami penyusutan sebesar 46,07 persen.
“Jadi total secara kesuluran untuk kedatangan dan keberangkatan domestik itu, seperti penerbangan pada 2019 ada 1.036, dengan jumlah penumpang 124.163 orang. Jumlah itu turun sebesar 39,77 persen jika melihat pada 2018 yang mencapai 1.344 penerbangan, dengan jumlah penumpang 206.139 orang,” paparnnya.
Sementara melihat pada penerbangan internasional yang ada di Bandara Internasional Minangkabau, pada tahun ini ada 45 penerbangan kedatangan, dengan jumlah penumpang 7.530 orang, dan turun dari 2018 lalu yang mencapai 7.905 penumpang dari 50 penerbangan.
Lalu, untuk total keberangkatan penumpang pada 2019, ada 4.763 orang dengan jumlah penerbangan 47, jumlah itu turun jika dibandingkan pada 2018 yang mencapai 4.734 penumpang dari 50 penerbangan keberangkatan.
Total keseluruhan kedatangan dan keberangkatan internasional di Bandara Internasional Minangkabau itu, dengan jumlah penerbangan pada 2019 ini, 92 penerbangan dengan membawa penumpang sebanyak 12.292 orang.
“Jumlah itu juga mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2018, dengan jumlah 12.639 penumpang dari 100 penerbangan. Penyabab turunnya penerbangan dan jumlah penumpang, akibat dari mahalnya tiket maskapai penerbangan domestik,” tegasnya.