Pengiriman BBM ke Labuan Bajo Gunakan Jalur Alternatif
KUPANG – PT Pertamina menggunakan jalur alternatif untuk mengirim Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat. Hal itu dilakukan, karena jalan darat yang biasa dilalui tertimbun longsor. Sementara salah satu jembatan menuju ke kota tersebut juga putus.
Unit Manager Communication, Relations dan CSR Jawa Timur, Bali Nusa Tenggara, Rustam Aji, mengatakan, jalur alternatif yang dilalui adalah melalui jalur laut. Proses pengiriman melalui Pelabuhan ASDP Bima, Nusa Tenggaa Barat (NTB). “Biasanya proses pengiriman BBM dilakukan melalui jalur darat yakni dari Reo menuju Labuan Bajo, yang perjalanannnya hanya sekitar enam sampai delapan jam. Tetapi kalau lewat laut harus menempuh perjalanan selama sembilan jam,” ungkap Rustam, Sabtu (9/3/2019).
Pertamina berupaya menggunakan jalur alternatif, agar tetap bisa memasok BBM ke daerah terdampak bencana. Sehingga masyarakat tetap terlayani. Pengiriman BBM ke Labuan Bajo, menggunakan empat unit mobil tangki, dengan membawa beberapa jenis BBM untuk kebutuhan di daerah terdampak bencana. Tiga mobil dengan kompartemen ganda, membawa BBM jenis Premium 24 Kiloliter dan biosolar 24 kiloliter.
Sementara satu mobil lainnya membawa minyak tanah sebanyak lima kiloliter. “Keempat mobil tangki ini berangkat pada Jumat (8/3/2019) malam, melalui Pelabuhan ASDP Bima sekitar pukul 22.00 WITA dan telah tiba pada sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo, dan langsung bisa melayani SPBU mulai Sabtu pagi tadi,” ungkapnya.
Sementara kebutuhan rata-rata avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo, sebesar 15 kiloliter per hari, stok yang ada saat ini masih cukup untuk tujuh hari. Sebelumnya diberitakan, pada Kamis (7/3/2019) lalu banjir serta longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat. Akibatnya, sejumlah ruas jalan tertimbun longsor, jembatan putus, dan ada korban jiwa dalam longsor tersebut. (Ant)