Ini sebab mengapa Bandung Raya alami banjir tiap musim hujan

Admin

JAWA BARAT, Cendana News – Kawasan Bandung Raya sejak dulu menjadi salah satu lokasi langganan banjir.

Lokasi langganan banjir di Bandung Raya meliputi kawasan sekitar Sungai Citarum, yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, dan Baleendah.

Pada musim hujan, kawasan Bandung Raya itu selalu dilanda banjir akibat luapan air dari Sungai Citarum.

Kerentanan banjir di pinggiran Sungai Citarum itu makin kronis, karena di situ bermuara dua sungai sekaligus, tak jauh dari Jembatan Bojongsoang.

Di sisi timur bermuara Sungai Cikapundung yang mengalir dari arah Kota Bandung, dan Sungai Cisangkuy dari dataran tinggi Pengalengan.

Kedua muara itu ada di kanan kini Jembatan Bojongsoang dengan jarak tidak sampai 1 km.

Kalau hujan deras melanda Bandung Raya, debit Citarum di sekitar Jembatan Bojongsoang itu bisa berlipat kali dan mencapai di atas 1.000 m3 per detik.

Dikombinasi dengan badan sungai yang menyempit, dan cepat mendangkal karena erosi masif di hulu. Luapan air pun tak terelakkan.

Meski berada di dataran tinggi, dengan elevasi muka air normal di 655 meter dari permukaan laut, kontur badan dasar Citarum cukup landai sampai beberapa belas kilometer ke  bagian hilir.

Sungai mengalir di antara dua tebing dengan ada penyempitan di ruas Curug Jompong. Laju gerak air menghilir terbatas.

Selepas dari leher botol di Curug Jompong, barulah sungai Citarum mengalir deras ke hilir dan masuk area genangan Bendungan Saguling.

Sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan Bandung raya itu Kementerian PUPR telah membuat terowongan kembar di Curug Jompong. Masing-masing berdiameter 8 meter, panjang 230 m, dan dengan debit maksimum (total keduanya) 350 m3 per detik.

Terowongan pararel ini menyudet aliran sungai jelang masuk ruas leher botol Curug Jompong, dan membawanya ke hilir.

Peresmiannya telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahu 2020.

Namun, ternyata terowongan Curug Jompong ini belum mampu mengatasi persoalan banjir di Beleendah dan sekitarnya.

Terowongan kembar itu memang bisa menurunkan elevasi muka air Citarum di Baleendah dan mengurangi area genangan. Tapi, muka tinggi air tetap masih terlalu tinggi untuk sebagian wilayah lain di cekungan Bandung itu.

Curug Jompong berada sekitar 17 km (jarak lurus) dari Baleendah.

Lihat juga...