Dikelilingi Ribuan Tanaman Pucung, Desa Melung Banyumas Surplus Air

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — Sejak 10 tahun terakhir Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas tidak pernah kekurangan air saat musim kemarau dan tidak pernah banjir saat musim hujan. Hal ini karena banyaknya pohon pucung yang mengelilingi desa di lereng selatan Gunung Slamet tersebut.

Pohon Pucung
Komandan TRC BPBD Banyumas yang juga warga Desa Melung, Kusworo. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) Banyumas yang juga warga Desa Melung, Kusworo mengatakan, penanaman pohon pucung atau biasa disebut pohon klewek ini sudah dilakukan sejak 2008. Pohon tersebut bisa menyimpan air dan menahan longsor, karena memiliki akar bertambi dan ada satu akar kuat yang sampai ke dalam tanah.

ʺKalau saya lebih suka dengan pohon pucung atau orang biasa menyebutnya pohon klewek, yang biasa digunakan untuk memasak nasi rawon. Karena memiliki akar bertambi dan kuat. Pohon juga dijamin utuh hingga puluhan tahun. Jenis kayunya tidak bisa dipergunakan untuk bahan bangunan, sehingga aman dari tebangan warga,ʺ jelas Kusworo, Rabu (20/3/2019).

Daun pohon pucung juga biasa dipergunakan sebagai bahan pestisida organik, karena beracun. Sehingga dari pohon sampai daun, tanaman tersebut aman dari jarahan.

Menurut Kusworo, saat ini sudah ada belasan ribu pohon yang mengelilingi Desa Melung. Terakhir ia mengadakan kegiatan penghijauan pada Februari 2019, dengan menanam 2.500 bibit.

Bibit tersebut diperoleh dari bantuan berbagai instansi dan BUMN, serta Dinas Pertanian. Saat ini masih tersisa sekitar 500 bibi dan rencananya akan ditanam di wilayah Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Daerah tersebut dikenal rawan banjir dan longsor.

Dari pengalaman menanam pohon pucung di Desa Melung, kata Kusworo, jika ada pohon pucung besar, maka di wilayah tersebut pasti terdapat sumber mata air yang bagus. Namun, jika ditebang, maka sumber mata air tersebut akan hilang.

ʺ2008, beberapa mata air di Desa Melung banyak yang rusak dan hilang. Setelah kita giatkan menanam pohon pucung, banyak mata air yang bermunculan kembali. Penanaman 500 bibit pohon pucung di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, salah satunya karena pada wilayah tersebut terdapat sumber air yang biasa dipergunakan oleh BPBD Banyumas untuk droping air. Jadi selain untuk menahan longsor, juga untuk menjaga sumber air tersebut,ʺ terangnya.

Lihat juga...