Titiek Soeharto: Sejak Dulu, Pak Harto Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Titiek Soeharto mengajak warga, khususnya ibu-ibu untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di sekitar rumah, untuk menanam tanaman, baik itu sayur-sayuran konsumsi maupun toga.
“Lahan tidak boleh dianggurin. Harus ditanami. Bisa sayur maupun tanaman obat-obatan. Kalau lahan tidak ada, bisa di pot-pot. Yang terpenting harus dimanfaatkan,” katanya, saat menghadiri acara silaturahmi dan temu kangen bersama warga di Dusun Pelem, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Minggu (24/2/2019).
Titiek Soeharto mengatakan, pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto bersama ibu Negara Tien Soeharto selalu berupaya mendorong warga, agar memanfaatkan lahan pekarangan di setiap rumah, maupun lingkungan masing-masing. Salah satunya melalui program kegiatan PKK.

“Dari dulu, Bu Tien dan Pak Harto mengharuskan anggota PKK untuk menanam sayur dan apotik hidup di pekarangan. Ini untuk mendorong gerakan penghijauan bisa terus digalakkan,” katanya.
Dengan lahan ditanami berbagai macam tanaman, setiap warga pun bisa memanfaatkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti cabai, sawi dan berbagai macam tanaman toga.
“Jadi kalau sakit, bisa digunakan. Karena sekarang sakit itu mahal. Cabai juga bisa diambil sendiri, tidak perlu beli,” ungkapnya.

Selain berdialog dengan warga, Titiek Soeharto dalam kegiatan itu juga berkesempatan memberikan bantuan bibit tanaman pada warga di Desa Baturetno. Termasuk membuka bazar sembako murah serta kegiatan mancing bersama.