BEKASI – Bagi Jumadi, pemilik warung Kerang Ceker, rejeki tidak akan kemana. Petuah itu menjadi prinsip yang digepang, saat pertama kali membuka usaha seafood Kerang Ceker.
Meski beragam pekerjaan pernah digeluti, Jumadi, akhirnya berlabuh dibisnis usaha kuliner dengan membuka warung kerang sejak 2017 silam. Menjadi kuli bangunan, saat pertama kali menginjakkan kaki di Ibu Kota, Jumadi pernah menjadi mandor bangunan dan pemborong bangunan. Tetapi, untuk masa tuanya, Jumadi ingin memiliki usaha sendiri, agar bisa berkumpul dengan keluarga dan tidak selalu di lapangan.
Untuk memulai suatu bisnis, bukan perkara mudah bagi Jumadi. Sebagai sosok yang menggeluti kegiatan pembangunan, kemudian beralih profesi menjadi pengusaha, memerlukan kematangan. Tapi bagi Jumadi, modal nekat dan keyakinan, mendorongnya memutuskan membuka usaha sendiri.
Usaha tersebut terbilang maju dengan pesat, meski termasuk baru. Saat ini, orang yang biasa melintasi Jalan Kodau, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, pasti sudah mengenal Kerang Ceker Jumadi. Selain harganya terjangkau, kerang Ceker Jumadi memiliki sensasi berbeda.

Jumadi, memilih berbisnis seafood, karena melihat peminatnya cukup banyak. Hal itu terbukti setiap malam, usahanya selalu diserbu penggemar kerang di Kota Bekasi. Pencinta seafood, khususnya kerang, tak perlu jauh-jauh datang ke laut atau daerah pantai untuk bisa menikmatinya. “Saya, buka usaha ini, awal 2017 lalu. Alhamdulillah cukup diminati, awalnya hanya modal Rp800 ribu, dan mengontrak di bengkel motor,” papar Jumadi.
Selain nikmat, kerang juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Dan alasan manfaat tersebutlah yang mendorongnya, memilih berjualan kerang. “Beberapa manfaat yang terkandung dalam kerang seperti sumber protein, kaya mineral dan vitamin, memiliki kandungan omega-3 asam lemak serta bahan pertimbangan. Beberapa manfaat tersebut bisa diperoleh dalam satu porsi,” jelas Jumadi.
Pria asal Purwokerto Jawa Tengah ini, memiliki ciri tersendiri saat menyajikan masakannya. Yaitu terletak pada bumbu khas, yang sangat jarang ditemui di tempat makan lain. Untuk rasa, kerang balap memiliki rasa pedas yang sangat diburu masyarakat. Kerang balap, tidak menggunakan penyedap rasa, melainkan menggunakan bahan-bahan alami yang membuat sajian kerang terlihat segar.
“Kerang rebus kita gak pakai penyedap, jadi kandungan rasa dan khasiatnya tetap terjaga. Kerang yang kita jual kerang hijau dan kerang bulu, dan untuk harganya satu porsi hanya dijual Rp10 ribu,” jelasnya.
Nama kerang balap, dimunculkan sebagai brand, sebagai salah satu strategi mendatangkan pelanggan. Kerang balap, terinspirasi dari anaknya yang hobby balap motor. Saat ini Jumadi mengaku, omsetnya bisa mencapai Rp3 juta permalam. “Kerang balap sudah memiliki cabang di daerah Komsen Jati Asih. Setiap buka selalu habis diburu. Modal sekarang sudah Rp1,5 juta. Dan omset sekali jualan bisa mencapai Rp3 juta,” pungkasnya.