Pesona Gerombol Bunga Anggrek Sikat Botol
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Salah satu varietas anggrek yang dimiliki oleh Taman Buah Mekarsari, adalah anggrek sikat botol (Dendrobium secundum). Dinamakan sikat botol, karena bunga muncul secara horisontal, dan berderet seperti sikat botol.
Di Jawa Barat, anggrek ini juga dikenal dengan sebutan anggrek sikat gigi. Anggrek ini dapat ditemui di Jawa, Kalimantan Sumatera, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Philipina, Laos dan New Guinea. “Tempat tumbuhnya cukup bervariasi, antara ketinggian 0 hingga 700 meter diatas permukaan laut (dpl). Anggrek ini menyukai temperatur yang sejuk hingga hangat dan paparan cahaya yang cukup,” kata Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, kepada Cendana News, Sabtu (20/10/2018).
Anggrek tumbuh dengan menempel pada pakis atau batang pohon. Akarnya tidak boleh terlalu basah, jadi penyiraman dapat dilakukan dua kali seminggu, dengan cara dikabuti menggunakan semprotan air. Jika perawatannya tepat, anggrek sikat botol dapat tumbuh dengan baik dengan jumlah bunga yang banyak.
Variasi warnanya putih, kuning dan merah jambu. Batang dewasa ada yang panjang dan pendek, dengan ruas-ruas yang gemuk. Kalau yang bunganya putih, warna ruasnya cenderung hijau, sedangkan yang bunga merah jambu, warna batangnya agak kuning. Daunnya berwarna hijau cenderung gelap dengan garis tipis.
Tandan bunga, kebanyakan muncul dari batang yang sudah tidak berdaun, dengan panjang batang antara empat hingga 12 sentimeter. “Seperti layaknya anggrek, bunga yang muncul tidak memiliki aroma harum, tapi anggrek ini memiliki kekhasan pada kekontrasan antara sepal-petal berwarna putih bersih dengan labelum berwarna hijau zamrud. Ada juga yang berwarna putih rata tanpa adanya campuran warna merah jambu di pangkal bunga,” jelas Sodikin.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada 20 pohon anggrek botol yang dikembangbiakan oleh Mekarsari, tapi memang belum ada yang dijual. “Yang sudah pernah dijual itu phalenopsis (anggrek bulan) dan oncidium (golden shower). Kalau dendrobium belum. Sejauh ini pengembangbiakan masih menggunakan cara konvensional, yaitu pemecahanan anakan split dari rumpunnya,” jelas Sodikin.
Kalau terjadi penyerbukan, ke depannya pengembangbiakan akan dilakukan dengan teknik kultur jaringan, seperti pada anggrek phalenopsis. Kultur jaringan dilakukan dengan mengambil bagian tanaman muda, yang jaringannya masih aktif, dengan cara dibelah dan kemudian dikulturkan di laboratorium, dengan media tanam.
Cara ini dilakukan, untuk menciptakan anggrek yang memiliki sifat sama dengan indukannya. “Untuk anggrek dendrobium, pemisahan anakan dari rumpun-nya, bisa memakan waktu kurang lebih satu tahun, untuk fase vegetativ ke generativnya,” pungkas Sodikin.