Jelang Asian Games, Perbaikan Jalinsum Dikebut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Peningkatan badan dan bahu jalan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Provinsi Lampung terus dikebut jelang perhelatan Asian Games XVIII 2018.

Catur Wibowo, konsultan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Perwakilan (PUPR) Wilayah 07 Provinsi Lampung, memastikan akses Jalinsum lebar dan mulus.

Dukungan infrastruktur Jalinsum yang terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar sudah mulai dikerjakan sejak Februari hingga Agustus. Saat ini, pengerjaan dilakukan dari ruas KM 73+300 hingga KM 74+900 di wilayah Penengahan dan Bakauheni.

Catur Wibowo, konsultan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Perwakilan (PUPR) Wilayah 07 Provinsi Lampung [Foto: Henk Widi]
Perbaikan bertahap dimulai dengan pemetaan kerusakan cukup parah. Pengerjaan mencakup penyiapan lahan, perbaikan pada titik jalan bergelombang dan berlubang.

“Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk pemetaan, perbaikan, pemeliharaan termasuk pembuatan marka jalan. Sekaligus menimbun bahu jalan agar sama tinggi dan rata dengan badan jalan,” terang Catur Wibowo saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (14/8/2018).

Peningkatan badan dan bahu jalan menggunakan pengaspalan sistem hotmix. Lebar bahu mencapai 1,5 meter sementara untuk badan dari sembilan meter menjadi 12 meter.

Perbaikan dibagi dalam dalam lima segmen yang sebagian sudah selesai, terutama di segmen satu dan dua wilayah Kalianda Lampung Selatan. Total keseluruhan yang dikerjakan oleh P2JN wilayah 07 Lampung mencapai 77 kilometer.

Beberapa titik yang sudah selesai di antaranya, KM 52 sepanjang 800 meter dan KM 54 sepanjang 800 meter. Setelah dilakukan penebalan, bahu jalan akan langsung diberi batu bes A untuk menyamakan ketinggian.

Selama proses pengerjaan peningkatan badan jalan di beberapa segmen, Catur Wibowo juga memastikan pengguna jalan akan terganggu sementara. Namun ia memastikan sudah memasang rambu khusus selama pengerjaan jalan dengan mengerahkan tim pengatur lalu lintas untuk sistem buka tutup jalan. Akses jalan yang lebih lebar saat ini juga memungkinkan kemacetan bisa lebih terurai selama pekerjaan jalan.

Supangat (30) pengemudi kendaraan ekspedisi pengangkut sayuran menyebutkan, Jalinsum mulai terbilang mulus dalam satu tahun terakhir. Namun di sejumlah titik masih menemukan jalan berlubang dan bergelombang.

“Saya kerap mengirim sayuran dari Tanggamus ke Tangerang, kini lebih menghemat waktu satu jam karena jalan mulus sehingga tidak ada hambatan,” beber Supangat.

Lihat juga...