Periksa Hewan Kurban, Disnakan Karanganyar Sasar 17 Kecamatan
Editor: Satmoko Budi Santoso
SOLO – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk pengawasan terhadap peredaran hewan kurban jelang Hari Raya Idul Kurban, yang sebentar lagi dilaksanakan umat Islam.
Pengawasan terhadap hewan kurban dilakukan dengan mendatangi satu per satu pusat perdagangan. Mereka yang sebagian besar merupakan pedagang musiman saat jelang Idul Kurban diperiksa mulai dari kelayakan hingga kesehatan.
“Yang kita periksa pertama adalah cukup umur atau tidak (poel). Kalau segi umur cukup, kita periksa kesehatan dan kelaikan hewan kurban lainnya. Misalnya cacat atau tidak,” ujar staf Kesehatan Hewan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman, saat dijumpai di Papahan, Jaten, (14/8/2018).
Menurut Fathurrahman, ada dua tahap pemeriksaan yang dilakukan Disnakan dalam momentum Lebaran kurban kali ini. Yakni pemeriksaan hewan di tempat penjualan dan pemeriksaan saat pemotongan hewan kurban. “Pemeriksaan ini untuk memastikan hewan kurban aman, sehat, utuh dan halal (ASUH),” urai dia.
Dalam pemeriksaan ini, Tim Disnakan dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok memeriksa hewan kurban yang tersebar di 17 kecamatan di Karanganyar. Tak hanya yang ada di jalur utama, tim juga menyasar ke lokasi yang terpencil, atau masuk perkampungan.
“Bagi pedagang yang memang hewannya layak untuk kurban kita berikan label. Tapi untuk yang belum layak, misalnya dari segi umur belum mencukupi, kita rekomendasikan bukan untuk kurban,” imbuhnya.
Dalam pemeriksaan hewan kurban, Disnakan mensosialisasikan agar calon pembeli lebih jeli saat akan membeli. Sebab, jangan sampai hewan yang akan digunakan untuk kurban justru belum memenuhi kelayakan.
“Caranya cek poel atau tidaknya dengan melihat pergantian gigi seri. Kalau sudah tanggal atau ganti berarti sudah poel, kemudian berpenyakit atau tidak,” tekannya.
Salah satu pedagang hewan kurban di Jaten, Dede Triatmodjo, menyatakan, ada 61 ekor kambing yang dijualnya. Harga kambing yang dijual mulai Rp 1,6 juta-Rp 3,2 juta per ekor. Untuk harga kambing yang paling mahal dari jenis ettawa. Selain kualitas bagus, jenis ettawa terkenal dengan ukuran kambingnya yang bisa jauh lebih besar.
“Kalau ingin yang murah biasanya kambing Jawa. Yang saya jual ada kambing jawa, gibas serta domba. Untuk ettawa juga ada,” tandas pria asal Wonogiri itu.