Hotel Syariah Harus Tampil Inklusif

Editor: Mahadeva WS

Direktur Utama Hotel Sofyan, Ruhadi Widiargo pada diskusi bertajuk " Prospek Bisnis Hotel Halal di Era Digital" di Jakarta, Rabu (9/5/2018). Foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA – Direktur Utama Hotel Sofyan, Ruhadi Widiargo mengatakan, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayorias muslim, sejatinya memiliki potensi besar dalam industri halal global. Hotel syariah adalah salah satu potensi yang bisa dikembangkan. 

Pertumbuhan industri halal Indonesia saat ini mencapai  Rp202 triliun. Sementara China sebesar 1,9 triliun USD. Sedangkan pertumbuhan industri halal, Indonesia berada di angka 10,3 persen. “10,3 persen ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Ini peluang bisnis yang harus dimanfaatkan,” kata Ruhadi pada diskusi bertajuk “Prospek Bisnis Hotel Halal di Era Digital” di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

China disebut Ruhadi, pertumbuhan industri halalnya berada di angka 2,2 persen. Negara di Timur Tengah mencapai 9,2 persen. Sementara pertumbuhan industri halal dunia di kisaran 4,4 persen.

Dalam menawarkan konsep halal, sebagai pelayanan yang baik, maka harus menyingkirkan segala macam hal yang buruk. Hotel harus menghindarkan sesuatu yang berbahaya untuk tamunya. Pelayanan terbaik harus disajikan dengan konsep inklusif untuk menghadirkan kenyamanan bagi semua pengunjung.

Hal tersebut dapat dicapai jika fasilitasnya bisa dinikmati dan bersahabat untuk semua kalangan dan tidak menutup kemungkinan bagi pengunjung non Muslim. “Jadi, konsep hotel syariah bukan cuma milik umat Muslim semata. Konsep inklusif ini memberikan nuansa baru kehidupan yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan dan golongan. Konsep inklusif ini tidak mematikan atau mempersempit pasar, tapi justru memperluas pasar,” jelas Ruhadi.

Adapun nilai-nilai yang diimplementaikan di lapangan dalam pengembangan bisnis adalah fitrah yang cenderung mengarah kepada pelayanan yang amanah. Begitu juga terkait halal adalah sesuatu yang diperbolehkan secara Islami. Terpenting adalah kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung selayaknya saudara atau keluarga dengan rasa empati dan hormat.

Bisnis hotel syariah saat ini berprospek dan kedepannya diyakini masih akan tumbuh. Hal ini sudah diakui secara international, sehingga posisinya harus mau bertansformasi untuk mewujudkan pertumbuhan industri halal. Dengan tantangan dan persaingan yang makin ketat, maka industri halal harus fokus melaksanakan bisnis yang berpegang pada prinsip syariah berkonsep inklusif.

Meskipun mem-branding sebagai hotel syariah, harus tetap memberikan pelayanan yang kekinian. Dengan menyediakan set bar hotel halal, tapi tidak menjual minuman-minuman beralkohol. “Hotel syariah harus diterjemaahkan dengan inovasi, karena masing-masing jaman ada massanya,” pungkasnya.

Lihat juga...