FA Dakwa Wenger Atas Komentarnya Tentang Wasit

LONDON – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mendakwa Manajer Arsenal Arsene Wenger atas komentarnya pada perangkat pertandingan. Komentar kasar atau mempertanyakan integritas wasit tersebut terjadi saat Arsenal ditahan imbang 1-1 oleh West Bromwich Albion pada pertandingan di malam tahun baru lalu.

“Ini atas dugaan bahasa dia dan/atau tingkah lakunya di ruang ganti perangkat pertandingan setelah pertandingan yang kasar dan/atau mempertanyakan intergritas wasit yang memimpin pertandingan,” kata FA dalam pernyataan yang dikeluarkan, Selasa (2/1/2018).

Wenger sendiri memiliki waktu hingga hari Jumat (5/1/2018) untuk menanggapi dakwaan tersebut. Pria Prancis itu telah mendapat larangan empat pertandingan karena melakukan pelanggaran pada Januari lalu karena mendorong perangkat pertandingan keempat setelah timnya menang 2-1 atas Burnley. Kini dia beresiko mendapatkan skorsing lain karena kemarahan terakhirnya tersebut.

Pada pertandingan yang berlangsung Minggu (31/12/2017), Wenger melampaui rekor manajer Manchester United Alex Ferguson di Premier League dengan menjalani pertandingan ke-811 dalam satu tim. Namun hal itu memunculkan penilaian negatif karena perbuatannya tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, wasit Dean memberikan penalti di menit 89 setelah Calum Chambers dianggap melakukan pelanggaran di area 12 pas. Jay Rodriguez yang menjadi eksekutor berhasil memupuskan kemenangan Arsenal yang memancing reaksi kemarahan Wenger.

Setelah itu, Wenger, yang membawa timnya pada tahun 2017 finis di tempat kelima, diajak bicara oleh Dean. Selepas pertandingan, Wenger menyayangkan keputusan wasit tersebut. “Saya berjuang bertahun-tahun yang lalu agar wasit menjadi profesional, tapi sayangnya level mereka tidak naik. Sulit untuk menerima ini,” kata sang manajer setelah pertandingan.

Sementara itu Bek Liverpool Jon Flanagan mengaku bersalah terkait penyerangan yang dilakukannya menyusul insiden di pusat kota pada bulan lalu. Flanagan (25) hadir di Pengadilan Liverpool untuk menjawab dakwaan bahwa dirinya menyerang rekannya Rachel Wall di Duke Street pada 22 Desember 2017 dini hari.

Hakim Wendy Llyod menyebut tanggal 7 Januari sebagai masa hukuman Flanagan juga menghadapi hukuman komunitas. “Ini tidak sesederhana kekerasan domestik, mereka berada dalam suatu hubungan dan diasumsikan sedang jatuh cinta, kemudian perempuan muda ini memperlihatkan derajat kekerasan yang signifikan,” kata sang hakim, Selasa (2/1/2018).

Flanagan ditanyai oleh polisi dan didakwa dengan penyerangan umum pada 27 Desember 2017 yang akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Pemain kelahiran Liverpool itu telah mencatatkan 51 penampilan senior untuk klub Merseyside tersebut, namun kesulitan mendapatkan kesempatan bermain pada beberapa musim terakhir, di mana satu-satunya penampilannya musim ini adalah saat tampil di Piala Liga ketika Si Merah kalah dari Leicester City pada September lalu. (Ant)

Lihat juga...