Kecerdasan Holistik, Investasi Paling Berharga di Papua
PAPUA – Setiap manusia Papua terutama pemuda Papua haruslah mendapatkan pendidikan yang baik dan benar. Menjadi manusia-manusia yang memiliki kecerdasan holistik (kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan budaya).
Semua itu diwujudkan guna memberikan sumbangsih positif dan konstruktif bagi perubahan dan pembangunan di Tanah Papua.
Pokok bahasan itulah yang mengemuka dalam Seminar Pendidikan Pemuda Papua (SP3) yang berlangsung di auditorium Universitas Cenderawasih, belum lama ini. Hal itu mengingat, bahwa investasi yang paling mahal di dunia bahkan di Papua, bukanlah investasi emas, tanah, rumah, dan lainnya. Tetapi, secara substantif investasi yang paling berharga adalah investasi di dunia pendidikan.
Oleh sebab itu pula, maka pemuda Papua harus selalu membangun jiwa kepemimpinan, mengasah beberapa kemampuan dasar seperti managerial skills, communication skills, negotiation skills, dan entrepreneurial skills.
Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT juga menyinggung mengenai bagaimana menata kehidupan yang lebih baik. Ia mengatakan bahwa hidup haruslah seimbang, ketika kehidupan dan pekerjaan sudah baik maka kehidupan keluarga juga akan baik.
Forum tersebut dipelopori oleh Cendrawasih Reading Center (CRC) bekerjasama Papua Language Institute (PLI). Seminar tersebut menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Michael Jhon Yarisetow, Direktur Cendrawasih Reading Center (CRC), Samuel Tabuni Direktur Papua Language Institute (PLI), Stepi Anriani, M.Si (pemerhati Papua), dan Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT (Rektor Universitas Cendrawasih).
Dalam seminar itu pula, Direktur CRC menyampaikan bahwa dirinya optimis serta yakin dengan digagasnya CRC dan kegiatan seminar akan berdampak positif bagi lingkungan pendidikan dan juga mampu menambah wawasan serta pengetahuan pemuda Papua.
Dalam acara tersebut, dideklarasikan juga semangat membaca buku 3 jam per hari dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar ke 2 di tanah Papua.