Asrama Mahasiswa Papua di Yogya tak sekadar tempat tinggal sementara
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA, Cendana News – Asrama mahasiswa di Yogyakarta selama ini tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal para mahasiswa dari luar daerah.
Lebih dari itu, asrama mahasiswa berfungsi pula sebagai pusat kegiatan para mahasiswa.
Asrama mahasiswa itu menjadi tempat beragam kegiatan keorganisasian, keagamaan, hingga ajang bersosialisasi, dan olahraga, seni budaya, dan sebagainya.
Seperti terlihat di Asrama Mahasiswa Papua Mansinam atau Asrama Manokwari III Papua di desa Condongcatur, Depok, Sleman.
Setiap hari, asrama ini selalu ramai oleh para mahasiswa dari Papua, khususnya dari kabupaten Manokwari.
Mereka tinggal dan berkegiatan di asrama ini bersama-sama. Mereka bahkan mendirikan tempat ibadah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia DIY.
Gereja ini untuk mewadahi kegiatan rohani para mahasiswa yang mayoritas beragama Nasrani.
Menurut pengurus Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia DIY, yang biasa menjadi gembala, Evlin Tarapul Gultom S Th, MPd, ada sekitar 50an mahasiswa asal Papua khususnya kabupaten Manokwari yang rutin mengikuti peribadatan di gereja ini.
Mereka merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh studi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Tak sedikit dari mereka yang juga berasal dari sejumlah daerah lain seperti Biak, Serui, Papua Barat dan sebagainya.
Mereka sengaja datang untuk mengikuti kegiatan di gereja dan asrama ini.
Dia mengatakan, bahwa selama ini masih banyak anggapan negatif terhadap mahasiswa Papua.
Padahal, sebenarnya tidak seperti itu. Terbukti mereka di sini sangat antusias mengikuti setiap kegiatan keagamaan.
“Semangat belajar mereka juga sangat tinggi,” katanya, Minggu (16/10/2022).
Pada Minggu ini Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia DIY di Asrama Mahasiswa Manokwari III juga berkesempatan menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan pokok bagi seluruh mahasiswa jemaat gereja.
Bantuan ini berasal dari pihak donatur yang aktif mendukung kegiatan positif di Gereja dan Asrama Mahasiswa Manokwari III.
Dalam kesempatan ini pihak gereja juga menyalurkan bantuan berupa fasilitas olahraga berupa seperangkat alat tenis meja bagi para mahasiswa.
Harapannya, bantuan itu bisa membantu kebutuhan sehari-hari mahasiswa yang tinggal di asrama maupun kos-kosan.
Dan, mewadahi kegiatan positif para mahasiswa salah satunya hobi olahraga tenis meja.
“Para mahasiswa sangat senang sekali menerima bantuan ini. Mereka sangat girang dan tidak menyangka ada pihak-pihak yang peduli dan memberikan perhatian pada mereka,” katanya.
Salah seorang mahasiswa, Bertha Mofu (21) dari Manokwari,
mengaku sangat senang dengan bantuan paket sembako dan fasilitas olahraga tenis meja ini.
Dia yang tengah kuliah di Fakultas Olahraga UNY ini juga mengaku adanya bantuan ini sangat bermanfaat dan mendukung kegiatan para mahasiswa yang jauh dari keluarga.
Termasuk mengisi waktu luang di sela kuliah untuk melakukan kegiatan positif seperti berolahraga.
“Sangat senang sekali. Walaupun belum pernah coba tenis meja, saya sangat tertarik belajar olahraga ini. Sementara untuk sembako tentu sangat membantu sekali, karena kami para mahasiswa setiap hari kan hanya mengandalkan kiriman dari orang tua,” pungkasnya.