PBB – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (21/9/2017) menyetujui pembentukan satuan penyelidik dari lembaga tersebut. Satuan penyelidik tersebut akan ditugaskan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menjaga bukti di Irak mengenai kemungkinan kejahatan perang terhadap kemanusiaan atau pemunahan dalam gerakan IS.
Dewan Keamaan PBB yang terdiri atas 15 anggota dengan suara bulat menyetujui rancangan resolusi Inggris tersebut. Kesepakatan tersebut terjadi satu tahun bergulirnya perundingan yang menjadi tindaklanjut dari keinginan Irak, yang meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membentuk kelompok dalam mendukung upaya dalam negerinya menahan pemberontak.
Menteri Luar Negeri Inggris untuk Timur Tengah Alistair Burt mengatakan, Inggris akan menyediakan dana sekitar 1,3 juta dolar AS untuk membantu pembentukan satuan itu.
“Tidak akan pernah ada imbalan memadai untuk korban, yang menanggung kekejian IS dan hilangnya nyawa tidak akan dapat dikembalikan, namun resolusi ini menandakan bahwa masyarakat antarbangsa bersatu dalam keyakinan bahwa di sana, setidak-tidaknya, ada yang harus bertanggung-jawab,” kata Burt, Jumat (22/9/2017).
Ribuan warga asing turut bertempur bersama kelompok IS dan beberapa di antaranya sudah diadili ketika mereka kembali ke negaranya. Pakar PBB mengatakan pada Juni tahun lalu, bahwa kelompok IS telah melakukan upaya pemunahan suku terhadap masyarakat Yazidi di Suriah dan Irak. Mereka membantai masyarakat keyakinan minoritas itu melalui tindakan pembunuhan, perbudakan seksual dan kejahatan lain.
Pengacara hak asasi manusia internasional Amal Clooney dan Nadia Murad, seorang wanita muda warga Yazidi yang diperbudak dan diperkosa oleh petempur IS di Mosul, telah lama mendorong Irak agar mengizinkan penyidik PBB untuk membantu penyelidikan.
Clooney dan Murad, yang keduanya tengah berada di Dewan Keamanan untuk pemungutan suara Kamis itu, menggambarkan resolusi tersebut sebagai tonggak sejarah dalam perjuangan meraih keadilan “Nadia dan saya tersenyum manis ketika kami melihat ke-15 anggota sepakat di ruangan itu,” kata Clooney.
Clooney menyebut, kesepakatan tersebut sudah lama dinantikan oleh masyarakat dunia. Meski proses yang harus dijalani disebut sedikit terlambat sehingga mengakibatkan, ada bukti yang telah hilang. “Kami telah kehilangan beberapa peluang di sepanjang perjalanannya, namun fakta bahwa kita memiliki resolusi ini, menandakan kalau keadilan itu akhirnya mungkin akan terwujud,” tambahnya.
Dewan Keamanan PBB berkumpul dalam acara pertemuan tahunan pemimpin dunia untuk Majelis Umum PBB. Menteri luar negeri Irak Ibrahim al-Jaafari secara resmi meminta bantuan internasional dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan bulan lalu.
Dewan dapat saja membentuk tim tanpa persetujuan Irak, namun Inggris menginginkan adanya persetujuan dari Irak. Kekhalifahan IS runtuh pada Juli, ketika pasukan Irak dengan dukungan AS merebut kembali Mosul, ibu kota kelompok pemberontak itu di Irak utara, setelah melancarkan serangan sembilan bulan. (Ant)