Sepasang Panda Raksasa Tandai Peningkatan Bilateral Indonesia-China
BEIJING – Sepasang panda raksasa Cai Tao dan Hu Chun menjadi penanda peningkatan hubungan bilateral Indonesia-China. Keberadaan kedua ikon tersebut menjadi bagian dari hasil kerjasama konvervasi satwa yang telah dilakukan.
Cai Tao, adalah panda raksasa jantan berusia tujuh tahun dengan bobot 128 kilogram. Panda tersebut diterbangkan ke Indonesia didampingi si betina Hu Chun yang berbobot 113 dari pusat penangkaran mereka di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, pada 27 September 2017 mendatang.
“Ini merupakan hasil dari kerja sama bilateral Indonesia-China di bidang konservasi satwa, khususnya panda raksasa,” kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI di Beijing, Santo Darmosumarto, Jumat (22/9/2017).
Penandan kesepakatan tersebut dicapai dalam rangka peringatan 63 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China yang telah mulai berlangsung pada 2013. Kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahamanan pada 2016.
Kemudian hal tersebut diimplementasikan melalui kerja sama antara PT Taman Safari Indonesia dengan China Wildlife Conservation Association (CWCA). “Pengiriman sepasang panda itulah bentuk konkret dari program kerja sama tersebut,” tambahnya.
Setibanya di Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada 28 September 2017, sepasang panda tersebut akan ditempatkan secara khusus. Tempat yang disiapkan secara khusus oleh pihak Taman Safari Indonesia menyerupai habitat asli satwa endemik daratan Tiongkok tersebut.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mendongkrak jumlah kunjungan ke kebun binatang atau taman marga satwa di Indonesia,” tambah Santo.
Menurut rencana, pengiriman kedua panda tersebut akan dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk China Soegeng Rahardjo dari Wolong Giant Panda Research Center di Chengdu. (Ant)ad