MANADO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, mendorong agar produk daging buah pala kering bisa semakin diminati oleh pasar Eropa.
“Ke depan, berbagai perbaikan kualitas dan kuantitas akan dilakukan oleh petani dan pengekspor di Sulut, agar daging buah pala kering semakin diminati pasar Eropa,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw, di Manado, Selasa (11/7/2017).
Jenny menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini memang buah pala kering sudah masuk ke pasar Eropa, namun baru ke Italia. “Dengan berbagai perbaikan, ke depan kami ingin daging pala kering ini bisa masuk ke negara-negara lain di Eropa,” katanya.
Namun, tentunya harus ditunjang dengan kualitas produk yang berstandar internasional. “Tidak bisa dipungkiri kualitas pala Siau asal Sulut sangat diminati masyarakat Eropa,” katanya, lagi.
Hal itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut. “Berbagai promosi dan sebagainya akan dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya lagi.
Selama ini, produk turunan pala baik biji pala maupun bunga pala diekspor ke Belanda, Jerman, Italia, dan Inggris. “Masih banyak negara di Eropa yang perlu digarap lagi,” kata dia.
Komoditas pala asal Provinsi Sulut paling banyak dari Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dikenal dengan Pala Siau. Kemudian, di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud dan juga Kabupaten Minahasa Utara. (Ant)