Ekosistem UMKM Berbasis Koperasi Tingkatkan Akses Pasar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LIKUPANG – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus mampu menjangkau akses pasar yang lebih luas. Untuk mewujudkannya perlu dikembangkan ekosistem UMKM berbasis koperasi modern.
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Suzana Teten Masduki mengatakan, pihaknya berperan dalam mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan berbasis koperasi yang berfungsi sebagai agregator. Sehingga para pelaku UMKM tidak lagi khawatir barang hasil produksi belum terjual sepenuhnya.
“Koperasi dan UMKM harus saling bergandengan tangan, bergotong royong, dan itulah ciri dan tradisi bangsa Indonesia,” ujar Suzana, pada acara Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dan Dekranas di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dalam rilis yang diterima Cendana News, Selasa (19/10/2021).
Saat ini menurutnya, pelaku UMKM masih banyak yang berjalan sendiri tanpa memiliki posisi tawar dalam penguasaan pasar, akses permodalan dan pemanfaatan teknologi.
Padahal seharusnya kata dia, UMKM sudah menjadi anggota koperasi untuk membangun kekuatan bisnis dan sejahtera bersama-sama.
Dekranas bersinergi dengan Kemenkop UKM, yakni memberdayakan UMKM melalui pelatihan-pelatihan secara online dan offline. Baik itu secara langsung ke UMKM maupun melalui wadah koperasi.
“Sinergi dengan koperasi menjadikan pelaku UMKM tidak khawatir lagi produknya belum terjual,” tukasnya.
Selain itu, Dekranas juga ingin mendorong para pelaku UMKM untuk masuk pada ekosistem digital. Yakni, sebut dia, mulai dari manajemen keuangan hingga teknik pemasaran yang memanfaatkan marketplace dan berbagai macam media sosial.
“Sehingga UMKM mampu menjangkau akses pasar lebih luas di segala penjuru,” ujar Suzana.
Asisten Deputi pengembangan Sumber Daya Manusia dan Jabatan Fungsional, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM, Nasrun Siagian berharap, sinergi ini dapat mendorong UMKM, khususnya wastra untuk masuk pasar global dan go digital.
Dengan diawali melalui pelatihan-pelatihan seperti koperasi modern terkait dengan modernisasi bidang usaha dan keuangan berbasis digital.
“Sinergi ini, kami harapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk mereka,” ujar Nasrun pada acara yang sama.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda mengatakan, Likupang sebagai salah satu daerah destinasi wisata super prioritas nasional perlu diimbangi dengan kualitas UMKM yang baik.
Maka dari itu dia menilai kegiatan ini menjadi satu keuntungan dan nilai tambah bagi pelaku usaha dan koperasi.
“Terutama terkait dengan penguatan dan pemberdayaan digitalisasi KUKM, literasi keuangan serta akses pembiayaan pelaku usaha di Minahasa Utara khususnya Likupang,” pungkas Joune.