Runway Bandara Sultan Salahuddin Bima, Masih Terkendala

SELASA, 6 JUNI 2017

BIMA — Perpanjangan runway Bandara Sultan Salahudin Bima, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini belum sepenuhnya bisa direalisasikan,  karena masih terganjal masalah pembebasan lahan warga sekitar bandara yang belum rampung.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin saat melihat master plan pembangunan perpanjangan Bandara Salahudin Bima

“Pembangunan belum sepenuhnya bisa dilaksanakan, karena masih ada sebagian warga yang masih mengklaim kepemilikan sebagian lahan perpanjangan runway bandara” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, usai bertemu dan mendengarkan persentase Kepala Bandara Salahudin Bima, Selasa (6/6/2017).

Kepada Pemkab Bima, Amin pun meminta supaya Bupati bisa segera menindaklanjuti rencana perpanjangan tersebut, dengan melakukan langkah strategis untuk perpanjangan runway tersebut, seperti penyelesaian pembebasan lahan, ketersediaan air bersih dan infrastruktur lainnya. “Segera dilakukan kajian, agar bandara ini bisa didarati pesawat-pesawat boeing,” pinta Amin.

Sementara itu, Kepala Bandara Salahudin Bima, Taslim Badaruddin menjelaskan, keberadaan sungai pada daerah perpanjangan  yang memotong ujung runway bandara juga ikut mempengaruhi. Untuk mengatasi kendala  tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima, tentang relokasi sungai, termasuk upaya pembebasan lahan warga. Tinggal menunggu pelaksanaan relokasi sungai yang direncanakan pada 2017, dengan program BAWA (kerjasama luar negeri).

“Runway Bandara Sultan Salahuddin Bima sendiri saat ini memiliki panjang 1.660 kilometer, akan diperpanjang menjadi 2.100 kilometer. Kalau proses relokasi sungai dan pembebasan lahan masyarakat bisa segera dituntaskan, 2019 perpanjangan runway bandara dipastikan bisa rampung dan segera beroperasi,” katanya. (Turmuzi/ Koko Triarko/ Foto: Humas Pemprov NTB)
Source: CendanaNews

Lihat juga...