SELASA, 6 JUNI 2017
YOGYAKARTA — Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis, Republik Timor Leste, menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat.
| Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono (kanan) dan Ismenio Martins da Silva |
Kerjasama ditandai penandatangan nota kesepahaman antara Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dengan Sekretaris Human Capital Development Fund Timor Leste, Ismenio Martins da Silva, di Kantor Pusat UGM, Selasa (6/6/2017).
Rektor UGM menyambut baik terlaksananya kerja sama tersebut, yang menurutnya bisa memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara, dalam meningkatkan kualitas SDM masing-masing. Ia menambahkan, kerja sama ini membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk berbagi pengalaman dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kualitas apartatur negara Timor Leste, lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan singkat. “Nantinya ada dosen yang dikirim ke sana dan ada dari Timor Leste yang datang ke sini,” katanya.
Selain kerja sama dalam bentuk kursus singkat dan pelatihan, Panut mengharapkan kerja sama ini juga membuka peluang bagi warga Timor Leste untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana di lingkungan UGM. Termasuk juga di bidang riset.
Sementara itu, Ismenio Martins da Silva, selaku perwakilan dari Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis Timor Leste, mengatakan, Pemerintah Timor Leste berharap kerja sama ini nantinya bisa meningkatkan kualitas SDM warga Timor Leste. Di samping itu, juga dapat membantu Pemerintah Timor Leste dalam meningkatkan kualitas pelayanan pubik dengan meningkatnya profesionalitas kerja para aparatur negara.
“Selama ini kita hanya memberikan pelatihan singkat, setelah kita evaluasi ternyata tidak cukup sehingga kita menggandeng UGM,” tuturnya.
Martin mengatakan, pihaknya akan menggandeng beberapa fakultas di lingkungan UGM. Sementara ini, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran hewan. Pemerintah Timor Leste berencana mengirim calon mahasiswa untuk dididik sebagai calon dokter hewan. “Kita membutuhkan sekitar 32 calon dokter hewan, 10 orang sudah dikirim ke Universitas Udayana. Sekitar 10 atau 20 lainnya akan dikirim ke sini (UGM -red),” ujarnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr. drh. SitiIsrina Oktavia Salasia, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil kerja sama yang sudah ditandatangani tersebut. Selain kerja sama di bidang akademik, kata Isrina, FKH UGM mengajak Pemerintah Timor Leste untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan one health dalam mengatisipasi penyebaran penyakit menular dari hewan ke manusia.
“Teman-teman dari Timor Leste bisa bergabung dalam program one health sebagai isu global untuk menanggulangi penyebaran penyakit menular dari hewan,” pungkasnya. (Jatmika H Kusmargana/ Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana)
Source: CendanaNews