SENIN, 13 MARET 2017
BALIKPAPAN — Menangani permasalahan sampah, terutama limbah rumah tangga, Pemerintah Kota Balikpapan menjalin kerjasama dengan PT Pupuk Indonesia. Menyukseskan hal tersebut, perlu keterlibatan masyarakat, salah satunya dengan memilah sampah.
![]() |
| Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto |
“Dari kerjasama ini maka DLH akan mengumpulkan sampah rumah tangga dari masyarakat dan dijual ke bank sampah,” ungkapnya.
Program pengelolaan sampah ini salah satu upaya pemerintah mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pemanfaatannya lebih bermutu.
“Apabila nantinya masyarakat sudah dapat memilah sampah maka sampah yang dipilah itu bisa menghasilkan duit. Dengan demikian kita juga bisa menambah unit pengelolaan sampah untuk membuat komposter di wilayahnya masing-masing,” ulas Suryanto, Senin (13/3/2017).
Dalam kerjasama bersama PT Pupuk Indonesia, Suryanto mengatakan, nantinya PT Pupuk juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana membuat kompos yang baik. Karena nantinya, PT Pupuk membutuhkan kompos sekitar 20 hingga 30 ton per hari kemudian diolah menjadi pupuk granule.
“Dengan kompos yang diperlukan itu maka masyarakat harus menghasilkan 200 hingga 300 ton per hari sampah. Banyak manfaatnya, dari mengolah sampah bisa dapat uang,” tutupnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti