Pameran JIFFINA 2017 di Yogyakarta Diramaikan Buyers Luar Negeri

SENIN, 13 MARET 2017

YOGYAKARTA — Mempromosikan produk mebel dan kerajinan, khususnya pada pasar luar negeri, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia yang tergabung dalam Forum JIFFINA Jawa Bali kembali menggelar Pameran Internasional Furniture dan Craft Fair Indonesia bertempat di Jogja Expo Center Yogyakarta, Senin hingga Kamis (13-16/3/2017).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X meninjau pameran JIFFINA 2017

Ketua Forum JIFFINA Jawa Bali, Timbul Raharjo menyatakan, pada penyelenggaraan pameran tahun 2017 ini terjadi peningkatan jumlah peserta secara signifikan, dari 95 peserta tahun lalu menjadi 187 peserta tahun ini.

“Mereka berasal dari berbagai daerah, diantaranya DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali,”sebutnya di sela kegiatan, Senin (13/3/2017).

Timbul Raharjo juga menyebutkan, tahun ini pihaknya mengundang 20.000 lebih buyer dari mancanegara. Kunjungan buyers pada JIFFINA 2016 lalu sendiri tercatat mencapai sebanyak 449 buyers luar negeri yang berasal dari 42 negara. Sementara kunjungan domestik tercatat sebanyak 912 orang dari total buyers dan visitors 1.361 orang.

“Lima besar pembeli yang hadir dalam Pameran JIFFINA, didominasi oleh negara Perancis 17 persen, USA 14 persen, Australia 13 persen, Belanda 11 persen, Jerman 10 persen.

Dikatakan juga, nilai transaksi melalui form edaran harian yang dibukukan on the spot mencapai 75 juta USD dan perkiran transaksi folowers sebesar 250 juta USD.

Sementara itu, persentasi keikutsertaan Pemerintah Daerah dalam JIFFINA baru mencapai 3,7 persen. Sementara keikutsertaan Pemerintah Pusat baru 11,3 persen. Sedangkan 85 persen merupakan kepesertaan mandiri.

“Kita berharap peran serta pemerintah sehingga UMKM kita dapat memiliki daya saing kuat,” katanya.

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono ke X berharap agar pelaku industri mebel dan kerajinan dapat terus meningkatkan inovasi di setiap produknya agar dapat memiliki daya saing di pasar dunia. Pihaknya selaku pemerintah mengaku akan menerbitkan kebijakan atau regulasi pendukung agar industri mebel dan kerajinn dapat semakin maju dan berkembang.

“Pengusaha cerdik tidak sekedar menjual barang saja, namun harus bisa memunculkan nilai seni yang tinggi. Maka dari itu pelaku industri hendaknya didukung oleh team kreatif. Sekaligus juga bekerja sama dengan para akademisi. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa memiliki branding dan fresh. Misalnya dalam hal pengembangan desain maupun inovasi,” katanya.

Pameran mebel dan kerajinan internasional terbesar yang ada di daerah ini merupakan pameran yang diselenggarakaan rutin setiap tahunnya sebagai upaya mendekatkan buyers dan UMKM. Pada tahun 2017 ini penyelenggara mengusung tema Indonesia Original Product furniture and Craft resources, dengan dirancang bersandar internasional baik tampilan stand, penanganan buyer, exhibitors, artistic, maupun promosinya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...