Memerangi Radikalisme, Indonesia Implementasi Islam Moderat

KAMIS, 2 MARET 2017

JAKARTA — Ketua umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Jazuli Juwaini ikut melayani pertanyaan sejumlah awak media yang meminta pendapat bagaimana fraksi PKS menyikapi kedatangan dan poin-poin primer misi kerja sama yang dibawa Raja Salman dari Kerajaan Saudi Arabia ke Indonesia.

Jazuli Juwaini.

Dia menyimpulkan bahwa pidato singkat Raja Salman membawa angin segar berkelanjutan akan hubungan bilateral kedua negara, yang dirunut secara historis sudah mulai terbina sejak kunjungan Raja Faisal atas undangan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto ke Indonesia pada 1970 silam.

Ada beberapa poin penting yang dicermati PKS melalui pidato tersebut, pertama, kerja sama ekonomi sudah jelas menjadi tiang utama. Kedua, kerja sama penanganan terorisme yang memang dalam perkembangan dewasa ini sudah berkembang menjadi ancaman kedaulatan bagi sebuah negara merdeka berikut seluruh rakyat di dalamnya.

Ketiga, bagaimana memerangi radikalisme di dunia, dan keempat, membela ketidakadilan bagi warga dunia yang sekarang ini dianggap sudah mempengaruhi tatanan kehidupan warga dunia.

Masih menurut Jazuli, terkait memerangi radikalisme, memang wahyu pertama kali turun di tanah Arab, akan tetapi Islam moderat itu implementasinya ada di Indonesia. Jadi sudah seharusnya bangsa Indonesia memoderasi implementasi yang nantinya bisa mengemuka bahwa Islam itu bukan menakutkan, akan tetapi membawa kedamaian.

Tadi sudah diungkapkan pula oleh Raja Salman bahwa melalui lawatannya ke Indonesia sejak kemarin (1/2/2017), Republik Indonesia itu bangsa baik dengan rakyatnya yang ramah, begitu ungkap Jazuli melanjutkan ucapannya.

“Oleh karena itu, walaupun pidato beliau (Raja Salman -red) sangat singkat, tapi menurut saya padat substansinya,” kata Jazuli melengkapi.

Berhubungan dengan kata implementasi, diucapkan Jazuli juga, bahwa pidato singkat Raja Salman sudah cukup baginya. Lagi pula, untuk apa jika pidato panjang tapi investasi tidak masuk dan kuota haji tidak segera ditambahkan, begitu ujar Jazuli di hadapan sejumlah awak media. “Mudah-mudahan melalui pidato singkat tersebut, implementasinya besar,” imbuhnya.

Terkait Palestina, Jazuli mengingatkan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan, karena posisi Indonesia sudah jelas mendukung kemerdekaan mereka (Palestina -red) serta bendera Palestina juga sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...