Perbaiki Kawasan Pesisir, Warga Lakukan Penanaman Mangrove

KAMIS, 2 MARET 2017
 
BANTUL — Siang itu, sejumlah warga masyarakat antusias mengikuti kegiatan penanaman bibit pohon mangrove di sekitar kawasan pesisir Pantai Baros, Trihanggo, Kretek, Bantul. Di tengah cuaca terik, warga yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari petani, nelayan, ibu-ibu rumah tangga, pelajar sekolah hingga sejumlah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat, terlihat bersemangat untuk menanam bibit mangrove bersama-sama.

Muhammad Yarman sedang menyerahkan bibit mangrove kepada perwakilan warga.

Terdapat sebanyak 1000 bibit mangrove yang disiapkan dalam kegiatan ini. Bibit tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto kepada masyarakat khususnya Keluarga Pemuda Pemudi Baros sebagai pihak yang selama ini mengelola kegiatan konservasi hutan mangrove di kawasan muara Sungai Opak tersebut.

Kawasan Pantai Baros sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi hutan mangrove yang ada di Kabupaten Bantul. Di tempat inilah berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki kondisi kawasan dengan menggiatkan penanaman pohon mangrove. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta untuk mendukung kegiatan konservasi di kawasan itu.

Pengurus Keluarga Pemuda Pemudi Baros, Handoko, mengatakan, salah satu kendala terbesar dalam upaya konservasi di wilayah pesisir pantai adalah terkait pembiayaan serta permodalan. Pasalnya kegiatan konservasi membutuhkan biaya yang sangat besar, baik itu untuk pembelian bibit mangrove, pemeliharaan,  hingga kebutuhan penunjang lainnya. Hal itu tidak mungkin jika ditanggung sendiri oleh warga masyarakat.

“Kita sangat berterima kasih atas bantuan bibit mangrove yang diberikan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan ini. Bantuan bibit mangrove yang diberikan ini tentu akan sangat membantu upaya konservasi melalui pengembalian ekosistem kawasan pantai selatan khususnya di Pantai Baros ini. Tanpa adanya bantuan semacam ini warga masyarakat tentu tidak akan mampu, ” katanya.

Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto, memberikan bantuan berupa 1.000 bibit tanaman mangrove kepada Keluarga Pemuda Pemudi Baros mewakili warga sekitar pantai Baros, dalam rangka memperingati Peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Bantuan bibit mangrove tersebut juga diberikan sebagai bagian program yayasan dalam membantu masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pengurangan dampak risiko atau mitigasi bencana kawasan pantai selatan Bantul. 

Sekretaris Yayasan Dana Gotong royong Kemanusiaan, Muhammad Yarman, mengatakan, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusian merupakan yayasan yang dibentuk Ibu Tien Soeharto sejak tahun 1986 lalu untuk membantu masyarakat apabila terjadi musibah bencana alam di Indonesia. Sejak berdiri Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan sampai saat ini telah memberikan bantuan pada 1056 lokasi bencana di 34 provinsi dengan sebanyak 782 kejadian. Yakni dengan total dana yang telah diserahkan mencapai Rp 56 miliar lebih.

“Semula kita hanya bergerak saat terjadi bencana yakni untuk upaya tanggap darurat. Saat ini kita juga turun untuk kegiatan mitigasi atau pencegahan bencana. Termasuk seperti pada kegiatan ini. Sebelumnya kita juga telah melakukan pelatihan relawan bencana di 5 Kabupaten di DIY serta kegiatan baksos. Semoga bantuan ini bermanfaat dan turut membantu dalam upaya menjaga lingkungan. Sehingga diharapkan jangan sampai terjadi bencana,” katanya.

Sementara itu, Dwiyanto mewakili Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, menyatakan, Kabupaten Bantul merupakan daerah yang memiliki potensi bencana sangat tinggi sekaligus kompleks. Hampir semua jenis bencana baik itu gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya berpotensi menimpa kawasan Bantul. Sehingga upaya mitigasi bencana sangat dibutuhkan.

Warga antusias menanam mangrove guna perbaiki kawasan pesisir.

“Apa yang dilakukan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan untuk mulai masuk ke upaya mitigasi bencana sudah sangat tepat. Karena selain upaya tanggap darurat, upaya mitigasi juga sangat penting dilakukan. Kesiap-siagaan perlu dilatih dan disiapkan untuk mengurangi dampak risiko bencana. Mewakili masyarakat Bantul, kita sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kita harapkan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan yang didirikan oleh Pak Harto ke depan dapat memberikan bantuan lainnya ke Bantul, terlebih Bantul merupakan daerah kelahiran Pak Harto,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...