Majukan Bantul, Suharsono Tiru Pola Kepemimpinan Pak Harto

KAMIS, 2 MARET 2017

YOGYAKARTA — Kendati telah tiada, jasa dan peran besar Presiden Kedua RI, Jendral Besar HM. Soeharto hingga kini masih bisa dirasakan. Melalui tujuh yayasan yang didirikan, cita-cita besar Pak Harto yang belum terwujud masih diteruskan oleh anak-cucu. Salah-satunya melalui program pemberdayaan masyarakat Desa Damandiri Lestari.
Bupati Bantul Suharsono menjabat tangan Titiek Soeharto usai penanda-tanganan MoU Desa Damandiri Lestari Trirenggo Bantul, Rabu, 1 Maret 2017
Desa Trirenggo, Bantul, Yogyakarta menjadi desa pertama dari 16 Desa Damandiri Lestari yang ditargetkan terbentuk tahun ini. Desa Damandiri Lestari merupakan sebuah program berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri, bergotong-royong dan bermartabat, sesuai asas Pancasila.  
Dalam pencanangan Desa Trirenggo sebagai Desa Damandiri Lestari, Bupati Bantul, Suharsono menyatakan, dukungan nyata Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) bersama enam yayasan lain yang didirikan Pak Harto terhadap pemberdayaan masyarakat memberi makna tersendiri dan motivasi bagi jajarannya, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera.
“Begitu banyak jasa dan peran Soeharto dalam sejarah perjuangan dan perjalanan membangun bangsa ini, sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa kita menjadi disegani di kawasan Asia. Semangat dan pengabdian Soeharto, hingga hari ini juga masih terus mengalir dan terpancar melalui sejumlah yayasan yang dibentuknya,” ujar Suharsono, saat memberikan sambutan dalam pencanangan Desa Trirenggo sebagai Desa Damandiri Lestari.
Suharsono pun mengaku, dalam kepemimpinannya di Kabupaten Bantul, ia meniru gaya dan pola kepemimpinan Pak Harto yang sering turun ke lapangan, menyambangi petani melalui acara Kelompencapir. 
“Jika Pak Harto turun ke sawah, saya turun ke kecamatan, sambung rasa makarya mbangun desa (menyambung rasa, berkarya membangun desa –red). Turun ke kecamatan dan berdialog interaktif musyawarah. Semua terbuka dan semua bisa mengkritik saya,” katanya.
Dengan keterbukaannya itu, Suharsono berharap para orangtua mendidik anak cucunya dengan benar. Anak harus lahir sehat dan cerdas, diarahkan sekolah yang benar, sehingga bisa mengulang sukses Pak Harto yang meski dari Bantul, namun bisa menjadi presiden. Tak perlu ada pesimisme, karena selama orang itu mampu dan memenuhi persyaratan, pihaknya akan memberikan kesempatan.
Suharsono juga mengingatkan, saat sekarang bisa dikatakan bangsa ini berada dalam situasi tidak mudah. Arus deras barang dan jasa dari luar, memarjinalisasi potensi ekonomi rakyat, sehingga jika suatu proteksi tidak dihadirkan, akan memberatkan kehidupan masyarakat. Karena itu, langkah pemberdayaan seluruh komponen masyarakat, terutama petani, perajin dan nelayan merupakan suatu keharusan. 
“Dengan adanya pemberdayaan Desa Damandiri Lestari, semoga dari desa akan berkembang suatu model pertumbuhan ekonomi yang tidak didorong oleh konsumsi belaka, melainkan pertumbuhan ekonomi yang dilahirkan dari produksi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang demikian, akan menjadi sarana memperluas lapangan kerja,” pungkasnya.

Jurnalis : Koko Triarko / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko

Lihat juga...